Miliki 35 Murid, Pimpinan Lembaga PAUD AL- Ghozali Bengalon Berharap Ada Donatur

0
93
Pimpinan Lembaga Pendidikan AL Ghozali Mattoreang dan Kepala Sekolah Misnawati. FOTO: dok/ist

LiputanKutim.com, SANGATTA – Pimpinan Lembaga Pendidikan TK/TPA Al-Ghozali Desa Sepaso Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur, Mattoreang berharap Pemerintah dan swasta memberikan dukungan kelanjutan lembaga pendidikan yang ia pimpin.

Menurut Mattoreang Lembaga Pendidikan TK/TPA Al Ghozali yang ia pimpin saat ini memiliki 35 murid yang rata-rata berasal dari keluarga miskin, baik yang berasal dari Bengalon dan sekitarnya ada juga murid yang berasal dari daerah lain di Kutim dan diluar Kutim.

“Tentu ini butuh dukungan pihak donatur, berharap adanya bantuan pemerintah dan swasta, karena kami akan menambah beberapa fasilitas anak seperti arena bermain dan permainan anak”kata Mattoreng melalui pesan elekrtonik diterima Redaksi Liputankutim.com Senin, 14/01/2019.

Ia mengatakan, Lembaga Pendidikan TK/TPA Al Ghozali yang berdiri tahun 2009 dan mengalami perubahan badan hukum tahun 2012 bertujuan untuk mendidik anak usia dini supaya anak kedepannnya lebih maju dan lebih berkarya. Mereka tidak ketingga;an kemajuan dan lebih banyak untuk Indonesia dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lembaga Pendidikan TK/TPA Al Ghozali yang beralamat di Jalan Poros Desa Seposo Barat Bengalon saat ini memiliki 38 murid dan 4 orang guru, berharap dukungan pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Soal bantuan Pemkab Kutim berupa pembangunan fisik satu ruangan untuk kelas 1 dan 1 ruangan untuk guru PAUD KB. Selain itu juga ada insentif guru sebanyak tiga orang dan dibayarkan tahun 2018 untuk lima bulan”kata Mattoreang didampingi Kepala Sekola Misnawati.

Sedangkan untuk gaji guru donaturnya salah satu karyaan swasta di Bengalon berupa bantuan dana Rp500.000 setiap bulannya. Dan harapan kami mudahan kedepannya dari pemerintah dan swasta bs dibantu lagi.

“Kami jujur butuh bantuan tempat bermain dan permainan anak-anak karena sekarang belum mempunyai tempat permainan. Inilah yang kami butuhkan”kata Mattoereang(*)