Paradigma Koperasi Berubah, Diskop UKM Kutim Ajak Koperasi Bangkit dan Berbenah

0
60
H.Muhammad Husaini Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Timur. (dok).

Liputankutim.com, Sangatta – Dinas Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) Kutai Timur, mengajak pelaku koperasi yang ada di Kutim terus membenahi organisasi serta mampu menangkap setiap peluang dan mengembangkan usaha yang ada. Hal ini agar misi dan visi koperasi untuk mensejahterakan anggota dan berperan pada peningkatan ekonomi masyarakat, dapat tercapai. Hal ini mengingat telah bergesernya tujuan dan target pemerintah terhadap koperasi di Indonesia. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Muhammad Husaini kepada wartawan di ruang kerjanya.

Dikatakan, sebagaimana tujuan dari reformasi koperasi yang diusung Pemerintah Pusat khususnya Kementrian Koperasi dan UKM, bahwa saat ini prinsip yang diusung adalah tidak lagi tergantung dengan bagaimana banyaknya unit koperasi yang tersebar di Indonesia. Namun saat ini pemerintah menargetkan kualitas koperasi. Sehingga, walaupun jumlah koperasi yang berdisi sedikit, namun wajib sehat dan bagus. Sehingga dengan adanya koperasi yang sehat dan bagus secara manajemen, pasti akan berdampak positif bagi kesejahteraan anggotanya, serta juga akan berimbas pada perekonomian masyarakat secara umum.

Lanjut Husaini, saat ini tercatat jumlah koperasi yang ada di Kutim lebih dari 1.060 unit. Namun dari jumlah tersebut 25 persen dinyatakan tidak aktif atau sudah mati. Kebanyakan faktor penyebab matinya koperasi di Kutim adalah koperasi tersebut hanya berharapkan pada dana bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Kutim yang diperoleh saat pendirian koperasi. Dana Bansos tersebut yang juga diharapkan untuk operasional koperasi. Sehingga saat pemerintah tidak lagi memberikan Bansos, maka otomatis koperasi akan berhenti aberaktifitas dan mati. Sementara itu ada pula yang selama dua tahun tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang menjadi kewajiban pengurus koperasi. Ada pula yang hingga saat ini sudah tidak diketahui lagi keberadaan koperasi dan termasuk pengurusnya.
Husaini menghimbau kepada seluruh koperasi yang ada di Kutim untuk berbenah diri dan terus berupaya mengembangkan usaha yang sudah dijalankannya. Selain itu, perlunya koperasi untuk membaca dan menagkap peluang-peluang usaha yang sedang berkembang saat ini, sehingga koperasi bisa lebih kreatif dan mampu terus meningkatkan kesejahteraan anggotanya, serta masyarakat luas pada umumnya. (liku1/*)