Pasangan Suami Istri Jadi Otak Perampokan Di Bengalon.

0
1670
AKP Ahmad Abdullah, SH, MH Kapolsek Bengalon.(Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com, Bengalon –  Pasangan suami istri Jumain 30 tahun dan Nasila 29 tahun warga Konbeng kini masih berada di balik jeruji ruangan tahanan Polsek Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Pasangan suami istri ini atas tuduhan kejahatan dan perampokan terencana terhadap Naharia seorang Karyawati Perusahaan Perkebunan Kelapa sawit di Desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon, Selasa, 11/06/2019.

Tersangka Jumain dan Nasila berada didalam ruang tahanan bersama dengan tiga orang lainnya yang sama-sama melakukan kejahatan terhadap Naharia yang hendak mudik ke Balikpapan untuk lebaran.

Lima orang tersangka pelaku perampokan di Bengalon Awal Juni 2019 dua diantaranya adalah pasangan suami istri, mereka dikawal Bripka Kaswang Banit Reskrim Polsek Bengalon untuk menjalani pemeriksaan, Rabu 19/06/2019 (Foto Adi Sagaria).

Dalam pengakuan Jumain, mengatakan untuk melakukan kejahatan memang telah direncanakan sebelumnya. Tujuannya adalah merampok dan memaksa menyerahkan semua barang-barang bawaan dan uang, dengan ancaman parang dan senjata api rakitan.

“Semua itu sudah saya rencanakan, saya mengajak istri dan teman-teman yang tinggal serumah. Kami rampok dan semua barang-barang termasuk uang dan emas kami ambil”kata Jumain.

Dikatakan Jumain, kejahatan merampok ini  terus terang saya lakukan karena terpaksa, ekonomi dan kebutuhan sehari-hari. Karena dulu sebagai karyawan perusahaan gaji tidak cukup dan tidak dibayar, makanya saya berhenti.

“Saat ini saya sangat menyesal dan menyesal”ungkap Jumain sambil melirik istrinya yang ada disampingnya.

Jumain dan Nasila pasangan suami istri yang menjadi otak perampokan berkedok travel terhadap seorang karyawati perusahaan perkebunan kelapa sawit awal Juni 2019. Saat ini mereka ditahan di ruang tahanan Polsek Bengalon. ( Foto :Adi Sagaria)

Sedangkan Nasila istri Jumain juga mengatakan sangat menyesal mengikuti ajakan suami, yang seharusnya tidak saya lakukan. “Saya diajak suami begini, jadinya saya ikut, tetapi sungguh saya menyesal?tambah Nasila yang mengenakan baju kaos berwarna abu-abu.

Sedangkan tiga orang pelaku lainnya mengatakan ikut-ikutan karena diajak Jumain, katanya ada pekerjaan, makanya ikut masuk mobil,ternyata pekerjaan itu adalah merampok.

Kapolsek Bengalon AKP Ahmad Abdullah, mengatakan, Jumain adalah otak dari semua aksi perampokan terhadap Nasirah. Semua yang dilakukan itu merupakan ide dari Jumain.

“Semua ide untuk merampok berasal dari Jumain, jadi memang dia otaknya”kata Kapolsek AKP Ahmad Abdullah yang didampingi Bripka Kaswang Banit Reskrim Polsek Bengalon.

Kapolsek AKP Ahmad Abdullah mengatakan, aksi perampokan ini dilakukan Jumain cs dengan pura-pura menjadi travel dan menyewah sebuah mobil Avanza milik pengusaha mobil rental di Bengalon. Kemudian mobil yang dirental tadi diisi dengan senjata tajan (golok), senjata api rakitan dan ada amunisinya.

Saat ibu masuk kedalam mobil sudah ada penumpang dua orang, padahal itu teman mereka. Tak lama kemudian setelah si penumpang duduk, mereka beraksi dengan menodongkan Mandau dileher korban.

Atas laporan warga, kami melakukan pencarian Bersama Polres Kutim Polsek Bengalon dan Polsek Kongbeng. Dan akhirnya setelah beberapa hari, kami berhasil temukan dan menangkap para pelakunya di Desa Sepaso Kecamatan Bengalon, tanpa perlawanan.

Kami amankan mobil dan barang bukti lainnya seperti golok, senjata api rakitan dan ada amunisi, hp, emas dan uang Rp8 juta dan beberapa barang bukti lain kita sita.

“Atas perbuatannya mereka ini kelima pelaku dikenakan pasal 365 KUHP dengan pencurian dan didahului pencurian dan kekerasan dengan ancaman 7 tahun penjara(liku1/*)