PDAM Tirta Tuah Benua Kutim Menyusun Dokumen Perencaan Pembangunan WTP/IPA Jangka 50 Tahun Di Bengalon

0
88
Suparjan,ST Direktur Utama Perusda PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur ( kiri) didampingi Yayan Nuriana Kepala Bagian Perencanaan saat keduanya menghadiri Musrembangcam di Bengalon, Selasa, 10/03/2021 (FOTO Adi Sagaria)

 

Sangatta, Liputankutim.com, –  Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana penting yang bisa mengolah air keruh menjadi air bersih, yang sesuai standar untuk dikonsumsi. Sistem yang ada pada WTP akan membuat air yang keruh menjadi layak untuk dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yang mengharuskan kita menggunakan air bersih

IPA yang merupakan bangunan atau konstruksi pokok dari sistem pengolahan air bersih. Di dalam pengolahan air bersih secara umum terdapat 3 bangunan atau konstruksi, yaitu: Intake, Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan Reservoir.

Dalam perbincangan Media Online Liputankutim.com dengan Suparjan,ST Direktur Umum Perusda PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, menjelaskan secara singkat rencana pembangunan jangka Water Treatment Plant (WTP atau Instalasi Pengolahan Air IPA di Bengalon untuk jangka panjang hingga 50 tahun kedepan.

Menurut Suparjan, kalau melihat dari sisi produksi masih kurang di Bengalon jika dibandingkan jumlah penduduk di Bengalon , khususnya Sepaso dan sekitarnya. Sedangkan pertumbuhan penduduk sangat pesat, sehingga memang harus diimbangi pembangunan produksi WTP /IPA yang baru. “Saat ini kapasitas produksi baru 15 liter per detik  itu yang eksis, idealnya 50 lite per detik dengan 1.200 pelanggan”jelas Suparjan disela-sela mengikuti Musremabngcam Bengalon, Selasa, 10/03/2021.

Dari cadangan air baku ini, ujarnya menjadi cacatan PDAM jangan sampai seperti di Sangatta dulu permasalahna air baku lalu WTP kita pindah. Makanya kita ingin  di Bengalon mencari tempat yang sekitaranya dianggap aman untuk jangka 50 tahun kedepan.

Dirut Perusda PDAM Tirta Tuah Benua Ir, Suparjan tiba di Gedung Desa Sepaso untuk menghadiri dan mengikuti Musrembangcam Bengalon, Selasa,10/03/2021 (FOTO:Adi Sagaria)

Dan untuk membangun sebuah WTP/IPA ini pun dibutuhkan lokasi yang strategis, karena mengenal lokasi yang dicari adalah air baku yang meskipun kemarau lama air bakunya tidak berpengaruh seperti Sangatta. Sangatta kan daerah hulu aman, nah kita ingin Bengalon juga semacam ada perencanaan supaya bengalon mempunyai intake air bersih yang memang memadai seperti sangatta. Ditanya dengan potensi cadangan air dari gunung sekerat, Suparjan mengatakan itu loksinya cukup jauh, makanya kita akan manfaatkan air baku yang ada di Bengalon.

“Intinya PDAM ingin instalasi suplay air bersih untuk jangka waktu 50 tahun kedepan, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan Bengalon sebagai kota baru di Kutai Timur”kata Dirut Perusda Suparjan didampingi Yaya Nuriana Kepala Bagian Perencanaan PDAM Tirta Tuah Benua

“Saat ini sedang menyusun dokumen perencanaan, lokasinya sudah ada tapi belum bisa dipublis”katanya.Camat Kecamatan Bengalon Suharman yang dihubungi Redaksi Liputankutim.com ,mengatakan sangat menyambut baik rencana PDAM, meskipun hingga saat ini saya belum mendapat informasi itu.

“Saya belum dapat info, tapi intinya kami menyambut baik dan akan kawal sehingga rencana ini terlaksana dengan baik”kata Camat Suharman yang mengaku sedang sibuk menerima tamu diruang kerjanya (adv/liku1/).