Pembangunan Lamin Adat Kutai Desa Swargabara Macet. Kepala Adat 5 Tahun Tidak Terima Honor

0
543
Juriansyah Kepala Adat Kutai Desa Swargabara Keluharan Teluk Lingga Kutai Timur

Liputankutim.com, Sangatta – Pembangunan lamin adat Kutai yang terletak di RT 53 Danau Biru Desa Swargabara Kelurahan Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara Kutai Timur sejak satu tahun terakhir ini terhenti karena tak memiliki dana lagi.

Kepala Adat Kutai Desa Swargabara, Juriansyah menuturkan, pembangunan lamin adat kutai selama ini, biayanya berasal dari uang pribadinya dan pekerjaannya dilakukan secara gotong royong bersama ketua Rt dan warganya.

kondisi lamin adat yang belum selesai

“Sudah satu tahun lebih pembangunannya macet, tidak dapat dilanjutkan karena terkendalan dana. Uang pribadi saya belum ada lagi”kata Juriansyah ditemui dirumahnya, danau biru, Kamis, 18/07/2019.

Didampingi Nurdin Ketur RT 53, Kepala Adat Juriansyah mengatakan, entah dari mana dia mendapatkan dana untuk melanjutkan pembangunan lamin adat ini, sebab selama ini dia menggunakan dana dari kantong prbadinya dan swadaya warga RT 53.

Dari dana yang digunakan itu baru selesai 50 persen berupa lantai atap dan ruang penyimpanan benda-benda pusaka milik adat, sedangkan tangga dapur dan wc serta pagar ukir dinding belum selesai karena terebentur dana

“Kita masih butuh dana untuk menyelesaikan pembangunan lamin adat kutai ini, ya sekitar 200 juta. Tapi belum tau entah dari mana dapatnya. Tunggu harga karet saya mudahan ada”kata Ijur panggilan Juriansyah yang asli Kutai Sangatta ini didampingi Pidah istrinya dan Ira anaknya serta beberapa cucu-cucunya.

Ia berharap pembangunan lamin cepat selesai agar ketika ada kegiatan adat tidak mencari tempat tapi sudah punya sendiri. Seperti acara adat pertandingan olahraga adat dan acara adat lainnya. Bangunan ini cukup besar dan lahannya yang disiapkan seluas 4 hektare yang disiapkan, dan saat ini telah berdiri sebuah mushollah yang dibangun pribadi.

“Harapan saya mudahan ada dukungan bantuan dari pemerintah atau perusahaan memberikan batuannya agar lamin adat ini selesai dan dapat digunakan untuk kegiatan adat”ujarnya Juriansyah.

Juriansyah juga menyampaikan terima kasihnya kepada ibu Encek Firgasih wakil ketua DPRD Kutim yang pernah memberikan bantuan untuk lamin adat kutai ini. Bantuan dari bu Encek bukan berupa dana ta[I dalam bentuk barang dan itu sangat membantu.

“Jadi bantuan dari pihak lain itu baru bu Encek Firgasih istri bupati Kutim Ismunandar. Saya berharap ada lagi bantuan agar lamin adat cepat selesai”katanya .

Kepada liputankutim.com, Juriansyah juga mempertanyakan honornya sebagai kepala adat desa Swargabara, karena selama lima tahun tidak pernah menerima honornya sebagai kepala adat.

“Saya sudah lima tahun tidak menerima honor sebagai kepala adat. Saya tanyakan kedesa katanya defisitf. Kalau itu dibayar bisa saya gunakan untuk lenjutkan pembangunan lamin adat ini”(liku1/*)