PEMKAB KUTIM AKAN FOKUS TUNTASKAN HUTANG 2016-2017

0
95
Sekretaris Daerah ( Sekda) Kutai Timur Drs.H. Irawansyah,MS.i (Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com,SANGATTA – Pemkab Kutai Timur akan fokus menuntaskan pembayaran hutang-hutang yang belum terbayarkan kepada para kontraktor dan Alokasi Dana Desa ( ADD) tahun Anggaran 2016 dan 2017 yang mencapai tiga ratus lima puluh miliar lebih.

“Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah ( Sekda) Kutai Timur H. Irawansyah saat pimpin rapat coffe morning di lantai 1 Ruang Meranti Kantor Bupati Senin, 11/02/2019.

Karena harus fokus menuntaskan hutang-hutang proyek pada kontraktor, maka Sekda meminta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) agar menghemat anggaran dan melakukan rasionalisasi program kegiatan masing-masing.

Sekertaris Kabupaten Irawansyah juga meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) beriap-siap melakukan rasionalisasi program kegiatan di OPD masing-masing. Setidaknya, ini harus dilakukan dalam rangka penghematan yang akan dilakukan tahun ini sehubungan dengan defisit, akibat dana kurang salur yang tidak disalurkan lagi dari pusat tahun lalu sehingga Kutim berutang dari kontraktor ratusan miliar rupiah, yang tahun ini perlu dibayar.

“Saya minta semua OPD, untuk siap-siap ikat pinggang tahun ini, karena kita akan shut dwoun sekitar 20-30 persen program di OPD. Sebab kita akan fokus menyelesaikan utang proyek tahun sebelumnya,” katanya.

Diakui, jika dana memungkinkan, program yang dipending, di APBD murni, tetap akan dilanjutkan di APBD perubahan. Namun, untuk sementara, pada APBD murni, akan fokus menyelesaikan utang proyek, terutama membayar proyek tahun 2016-2017 pada kontraktor, sesuai kesepakatan kontraktor dengan pemerintah.

Bukan hanya itu, ada kewajiban pemkab lainnya, yang juga perlu ditunaikan di triwulan pertama termasuk alokasi dana desa (ADD).

“Dianggaran APBD murni ini, memamg belum semua kegiatan dianggarkan penuh setahun. Termasuk ADD, gaji, dan insentif, belum teranggarkan semuanya. Sisanya akan dianggarkan di APBD perubahan. Karena itu, kita harus memilah program mana yang tidak terlalu prioritas, untuk sementara dipending dulu, untuk dikerjakan di APBD Perubahan jika nantinya anggaran memungkinkan,” katanya.(liku1).