Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kutai TimurNota Pengantar Rancangan Awal RPJMD Kutai Timur 2021-2026 (Bagian 4)

0
8
Juru Bicara F-PDI P Yusuf Sikambi menyerahkan penyampaian Pemandangan Umum kepada Ketua DPRd Joni disaksikan Sekda Irawansyah (FOTO: Ricky/Halmas Setwan)

 

Sangatta, Liputankutim.com,- Sementara itu pembentukan PDRB tanpa migas dan batubara relatif sangat kecil. untuk sektor migas dan sektor lainnya yakni sektor Pertanian belum memberikan kontribusi yang besar dalam PDRB Kabupaten Kutai Timur yaitu Rata-rata kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB selama tahun 2016-2020 hanya mencapai 9,16 persen.

Di bandingkan rata-rata kontribusi sektor Pertambangan dan Penggalian terhadap PDRB Kutai Timur selama tahun 2016-2020 yang telah mencapai 77,74 persen. Padahal di dalam visi-misi kepala daerah terpilih mengedepankan sektor pertanian (agribisnis dan agroindustri). Hal ini harus menjadi perhatian lebih dan sekaligus tantangan ke depan agar sektor pertanian yang berpotensi dapat dikelola secara lebih maksimal dalam meningkatkan kontribusinya terhadap PDRB.

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan perhatian dan prioritas pada sektor-sektor di luar non migas dan non pertambangan melalui kebijakan maupun upaya strategis untuk mengembangkan kualitas pelaku atau sumber daya manusia khususnya di sektor pertanian sebagai basis dari agribisnis.

Kemiskinan
Secara absolut jumlah penduduk miskin selalu meningkat di Kabupaten Kutai Timur selama tahun 2016-2020. Jika dinyatakan dalam bentuk persentase penduduk miskin, angka kemiskinan sempat mengalami penurunan pada tahun 2018 yaitu 9,22% , namun kembali meningkat pada tahun 2019, yaitu 9,48%. Tentu ini menjadi PR bersama yang harus di perbaiki secara serius.

Pertanian dan Ketahanan Pangan

Pada tahun 2016 capaian ketersediaan pangan di Kabupaten Kutai Timur telah mencapai 83 ton. Indikator ketersediaan pangan menunjukkan kondisi semakin turun sejak tahun 2017. Pada tahun 2020, ketersediaan pangan utama untuk Kabupaten Kutai Timur hanya mencapai 43,66 ton. Tentu saja hal tersebut harus segera di tindak lanjuti agar tidak menjadi masalah yang serius di tengah masyarakat seperti peningkatan harga pangan, inflasi, kurang gizi atau kelaparan serta konflik dan krisis politik.

Dari data yang di tunjukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, Luas Lahan Hasil Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016-2020 mengalami penurunan pada sektor Padi Sawah, Padi Ladang dan Jagung (adv/liku1/*)