Perda Kawasan Maloy Harus Mengutamakan Tenaga Kerja Indonesia

0
63
Wakil Ketua DPRD Kutim Yulianus Palangiran,SE (Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com, SANGATTA – Kawasan Maloy akan menjadi kawasan investsi yang akan dilakukan perusahan. Termasuk perusahan asing, yang banyak memiliki modal. Meskipun pemerintah ingin ada investasi, namun  dalam Perda pengelolaan Kawasan Maloy, harus diatur  keberadaan tenaga kerja asing itu. Jangan sampai,  asing investasi, datang bawa karyawannya, maka  warga negara Indonesis, bisa jadi penonton.

“Karena itu, kami ingin pemerintah membatasi kaberadaan tenaga kerja asing dalam kawasan Maloy nanti. Sebab memang UU tenaga kerja, memang mensyaraktkan tenaga kerja asing,  boleh, hanya sifatnya sementara dalam rangkan transfer teknonolog”kata Wakil Ketua DPRD Yulianus Palangiran di ruang kerjanya, Jumat,15/02/2019.

Menurut Yulianus, kalau memang ada warga negara Indonesis mampu mengerjakannya, maka tak boleh tenaga kerja asing masuk menduduki kursi itu.Karena iinvestror juga harus ada ikatan yang harus mengakomodir kearipan lokal. Karena itu harus ada batasan, terutama tenaga kerja.

Diakui, patut disyukuri, kalau kawasan ini jadi terbangun, maka ini akan menjadi ikon baru. Sebab akan menjadi kawasan ekonomi baru, akan menjadi kawasan  penyerapan tenaga kerja baru, akan menjadi lokasi ekonomi dan pertumbuhan baru.

Dengan berbagai harapan ini, makan pemerintah harus menjamin ada keseimbangan. Jangan sampai dari awal ada iming-iming untuk berbagai sumber ekonomi ke depan, namun faktnya  tidak, maka masyarakat akan kecewa.


“Dulu kita optimis tanam sawit. Masyarakat berbondong-bondong taman sawit, namun kini hasilnya sangat mengecewakan, karena hasilnya sangat minim. Kami ingin masalah

Maloy ini tidak sama dengan janji ekonomi sawit dulu, yang ternyata tidak memberikan hasil maksimal,” katanya.(ADV/liku1)