Perda Petani Sawit Swadaya Kutim Masuk Nota Propemperda Tahun 2020

0
61
Asty Mazar Wakil Ketua I DPRD Kutim disaksikan Wakil Ketua II Arpan dan Sekda Irawansayah menandatangani program pembentukan peraturan daerah ( Propemperda) Tahun 2020 dalam rapat paripurna XXXV diruang siang utama gedung DPRD Kutim, Rabu,20/11/2019. (FOTO: Ricky/Halmas)

 

Liputankutim, Sangatta – Perjuangan panjang dan berliku tak kenal lelah yang dilakukan Ketua Forum Petani Sawit Kutai Timur Asbudi dan anggota kini menuai hasilnya.

Salah satu yang diperjuangkan forum ini adalah agar dibuatkan Peraturan daerah tentang petani sawit, langsung disetujui DPRD Kutim dan masuk didalam program pembentukan peraturan daerah ( Propemperda) Tahun 2020.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Asty Mazar Wakil Ketua I DPRD Kutim ini Raperda tentang perlindungan petani sawit di kutim masuk dalam agenda bersama dengan 32 raperda yang ditandatangani Pemkab dan DPRD.

Wakil Ketua DPRD Arfan mengatakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang mengatur petani sawit usulan Forum Petani Sawit Swadaya Kutai Timur masuk dalam agenda 2020.

Menurut Arpan, tadi dalam rapat paripurna penanda tanganan nota kesepakatan mengenai pembentukan peraturan daerah ( Propemperda) Tahun 2020 Raperda Perlindungan Petani Sawit sudah masuk.

“Insyah Allah Raperda inisiatif Dewan tentang perlindungan petani sawit swadaya akan dibahas bersama dengan 33 raperda tahun 2020″kata Arpan usai rapat paripurna, diruang sidang utama gedung DPRD Kutim, Rabu,20/11/2019

Ketua Forum Petani sawit Kutai Timur Asbudi mengatakan apresiasi dan menyambut positif masuknya raperda perlindungan petani sawit swadaya oleh DPRD Kutim.

“Perda ini menjadi prioritas karena terkait dengan petani sawit yang selama ini belum menikmati hasilnya dengan baik”kata Asbudi(liku/*)