Pertamina EP Sangatta Sigap Terapkan Emergency Respond Plan Covid-19 di Area Proyek Pengeboran STE-15

0
3
RIG Pengeboran Sumur Bor STE15-STE4 Pertamina EP yang melaksanakan Pengeboran di Desa Sangatta Selatan Kecamatan Selatan dan menimbulkan Kluster Pertamina Covid-19 dengan jumlah 23 orang. (FOTO:Adi Sagaria)

 

 

Sangatta Selatan, Kutai Timur – Menanggapi informasi adanya suspect terkonfirmasi positif Covid-19 dari tiga kru mitra kerja yang akan off duty, Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta) segera melakukan tracing terhadap seluruh mitra kerja PEP Sangatta di area proyek pengeboran sumur STE-15 sesuai dengan Emergency Respond Plan yang telah ditetapkan.

 

Siaran Pers PEP Sangatta Field melalui Rio Ostaryo Sangatta Legal & Relation Assistant ManagerPT Pertamina EP, yang diterima Redaksi Media Online Liputankutim.com, Rabu,23/09/2020,  menyebutkan, dalam pelaksanaannya kegiatan ini Pertamina EP bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui test PCR yang dilakukan secara bertahap.

 

Ia mengatakan dari hasil test PCR yang telah keluar hingga hari Rabu (23/9), diketahui sejumlah 24 orang mitra kerja yang bekerja di proyek pengeboran STE-15 terkonfirmasi positif COVID-19. Dari ke-24 orang tersebut, 9 orang merupakan mitra kerja berdomisili di Kecamatan Sangatta Selatan, selebihnya merupakan mitra kerja yang berdomisili di luar Kabupaten Kutai Timur.

“Sesuai dengan protokol kesehatan, mitra kerja tersebut dirawat di area terpisah dengan kru yang lain dan dipantau oleh tim Medical PEP Sangatta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dan Puskesmas Induk Kecamatan Sangatta Selatan. Secara paralel, kasus ini telah dilaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penananganan COVID-19 Kutai Timur”jelas Rio Ostaryo Sangatta Legal Relation Assistant Manager Pertamina EP.

 

Sebelumnya, tiga orang kru pengeboran yang selesai bertugas (off) menjalani tes rapid di Rumah Sakit Pupuk Kaltim Prima (RS PKT Prima) Sangatta sebagai persyaratan akan melakukan perjalanan. Hasil tes rapid menunjukkan reaktif. Kemudian oleh dokter perusahan kru pengeboran, tiga orang kru dirujuk ke Dinas Kesehatan Samarinda untuk menjalani tes PCR dengan jadwal Rabu (16/9) dan Kamis (17/9). Hasil tes PCR dikeluarkan pada Sabtu (19/9) dengan hasil terkonfirmasi positif COVID-19. Tiga orang ini kemudian langsung dirawat di Samarinda.

 

Sesuai dengan protokol kesehatan, setiap pekerja dan mitra kerja di lingkup Pertamina EP (PEP) yang baru melakukan perjalanan dari daerah resiko COVID-19, menunjukkan gejala, maupun memiliki riwayat berkontak dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19, wajib melaporkan diri ke tim Medical PEP dan menjalani tes PCR.

“Apabila dinyatakan positif COVID-19, pasien wajib menjalankan isolasi diri dan mendapat pengawasan ketat dari tim Medical PEP. PEP terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pekerja dan mitra kerjanya dan memastikan semuanya taat terhadap aturan protokol kesehatan di perusahaan dan pemerintah daerah setempat, agar pencegahan penyebaran COVID-19 ini dapat berjalan maksimal”tegas Rio panggilan Rio Ostaryo

 

PEP Sangatta, jelasnya, mendapat tugas dari negara untuk memenuhi kebutuhan energi negeri dan menambah devisa negara. Diantaranya melalui pengeboran sumur STE-15. Kontribusi PEP Sangatta terhadap pendapatan daerah diberikan melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak-pajak daerah, pemberdayaan vendor dan masyarakat lokal, serta program pemberdayaan masyarakat.

 

PEP Sangatta merupakan salah satu lapangan migas PEP yang pengelolaan dan pengawasannya berada di bawah PEP Asset 5. Berdasarkan data sistem operasi terpadu (SOT) SKK Migas akhir Agustus 2020 (year-to-date), produksi minyak mentah PEP Sangatta sebesar 1.852 barrel oil per day (bopd) dari target 2.053 bopd, atau realisasi sebesar 89,6%. Sedangkan produksi gas berkisar pada angka 1,91 million standard cubic feet per day (mmscfd) dari target 1,32 mmscfd, atau realisasi sebesar 144,1%. Selain Sangatta, lapangan-lapangan migas yang berada di bawah pengawasan PEP Asset 5 antara lain Bunyu dan Tarakan (Kalimantan Utara), Sangasanga (Kalimantan Timur), serta Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah) (ADVERTORIAL/Liku1)