Pesta Lom Plai 2019 Dimulai, Diawali Dengan Ndie M’nan.

0
112
Tokoh Afat Suku Dayak Wehea, Siang Geah (kanan) menyalami bupati Kutim Ismunandar (kiri) pada acara Lom Plai 2018. (Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com, SANGATTA –  Lom Plai sebuah rritual pesta panen Suku Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur tahun 2019 dimulai Maret ini. 

Dihubungi Redaksi liputankutim.com, 28/03/2019, Sekretaris Lembaga Adat Suku Dayak Wehea, Siang Geah mengatakan, rangkan acara sudah dimulai akhir bulan maret, yakni dengan Ndie M”nan atau upacara pemberian nama anak bayi.

Panen Padi Suku Dayak Wehea setiap tahunnya merayakan kehadiran Long Diang Yung dengan Upacara adat Lom Plai. Pesta adat Lomp Lai terus mereka pertahankan dan dilestarikan sebagai simbol rasa syukur kepada Putri Long Diang Yung yang kini dipercaya sebagai Dewi Padi. (Foto Adi Sagaria)
 

“Dalam rangkaian  acara tersebut ada proses ritual dengan menyembeli babi laki yang sudah dikebiri”kata Siang Geah tokoh Dayak Wehea yang juga anggot DPRD Kutim dari Fraksi PDI Perjuangan

Menurut Siang Geah, dalam memberikan  nama diurut usul purut keturunan sebelumnya hingga diambil nama yang perilakunya baik,sehingga di kemudian hari,tumbuh dewasa menjadi anak yang baik sesuai nama yang diberikan.

Saat ini kata Siang Geah, warga sedang sibuk-sibuknya melakukan persiapan untuk kebutuhan acara. Banyak warga dari kampung lain  datang kesini bersama-sama untuk membantu peseta adat lom plai

“Untuk puncak acaranya akan dihelat pada tanggal 24 april mendatang, usai Pemilihan Prsiden dan Pemilihan Umum Legislatif. Namun demikian acara persiapan terus dilakukan”katanya (ADV/liku/*)