Polres Kutim: Dua Tersangka Pengedar Sabu 4 Kg dan Ekstasi 500 Butir, Dijerat Pasal Berlapis Hukuman Seumur Hidup.

0
123
TEKS FOTO: Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Sat Resnarkoba AKP Rachmawan dan Kasubsi Penmas Humas Polres Ipda Danang, saat merilis kasus pidana pengungkapan 4 kilogram narkotika jenis sabu dan 500 butir pil ekstasi, di lobi Mapolres Kutim, rabu, 01/09/2021 pukul 10.00 wita. Sementara dua tersangka AH ( 41 ) dan SR (45) berdiri dibelakang menggunakan baju warna orange dikawal ketat dua anggota polisi bersenjata lengkap.(FOTO :Adi Sagaria)

 

Sangatta, Liputankutim.com,- Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko merilis pengungkapan tindak pidana kasus narkotika jaringan antar pula 4 kilogram sabu dan 500 butir ekstasi, di Lobi Mapolres Kutim, di Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu,01/09/2021 Pukul 10.00 Wita.

Menurut Kapolres AKBP Welly Djatmoko dua tersangka berinisial AH dan SR jaringan/pengedar narkotika antar pulau yang ditangkap Senin 31/08/2021, dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara semuruh hidup, yakni pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 20 tahun dan pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang dengan pidana penjara seumur hidup.

“Satu kilogram saja sabu itu ancamannya bisa pidana penjara 20 tahun, apalagi ini 4 kilogram dan 500 butir ekstasi. Makanya akan dikenakan pasal berlapis”kata Kapolres AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Sat Resnarkoba AKP Rachmawan dan Kasubsi Penmas Humas Polres Ipda Danang, kepada wartawan dari berbabgai Media.

AH dan SR tersangka pengedar jaringan antar pulau dengan barang bukti 4 kg sabu dan 500 butir ekstasi dengan tangan diborgol dikawal polisi bersenjata lengkap digiring masuk kedalam ruang tahanan, usai dihadirkan saat Rilis Pengungkapan oleh Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Narkoba AKP Rachmawan dan Kasubsi Penmas Humas Polres Ipda Danang di Lobi Mapolres, Rabu 01/09/2021 (FOTO :Adi Sagaria)

Dijelaskan Kapolres Welly Djatmoko, 4 kilogram sabu kalau kalau dihitung rupiah harga mencapai Rp4,25 miliar. Sedangkan ekstasi yang jumlahnya 500 butir kalau dijual itu dipasaran harganya Rp500 ribu per butir atau total harga Rp250 juta.

“Kalau dikalkulasikan sabu 4 kilogram dan ekstasi 500 butir itu harganya mencapai Rp4,25 miliar”kata Kapolres AKBP Welly Djatmoko dibenarkan Kasat Narkoba AKP Rachmawan menjawab pertanyaan wartawan.

Barang bukti yang diamankan polisi yakni, empat poket besar narkotika jenis sabu berat 4 kilogram, 1 kotak dus infrared berisi pil ekstasi 500 butir warna orange, 1 pak plastik klip, 1 kotak infrared tempat menyimpan ekstasi. Kemudian barang bukti lain 1 kardus warna coklat 1 tas warna hitam merk mandano 1 tas ransel warna abu-abu dan enam buah handphone.

Dua tersangka masing-masing berinisial AH 41 tahun tinggal desa sekrat kecamatan bengalon kutai timur. Dan berinisial SR 45 tahun beralamat di Kompleks Pasar Segiri RT 02 Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda.
Kapolres menuturkan, kasus ini mulai awal tahun 2021 sudah diketahui polisi berdasarkan informasi masyarakat bahwa diwilayah Kutai Timkur sering terjadi perlintasan transsaksi gelap narkotika antar kota dan antar provinsi.

“Saat ini kedua tersangka jaringan antar pulau AH dan SR berada didalam ruang tahanan Mako Polres Kutim”katanya. (srm/liku1/*)