PPA Sat Rekrim Polres Kutim Tangani Tiga Kasus Januari hingga Awal Februari 2019

0
121
Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan. (foto dok/ist)

Liputankutim.com, SANGATTA – Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Sat Kriminal Polres Kutai Timur selama bulan Januari hingga awal bulan Februari 2019 ini telah menangani tiga kasus pencabulan perkosaan dan penganiayaan.
Hal itu dikatakan Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Reskrim AKP Yuliansyah didampingi Kanit PPA Sat Reskrim Bripka Henriyani Astuti dan Banit PPA Sat Reskrim Bripda Fitriana yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 13/02/2019.
“Selama bulan januari hingga 10 Februari ini PPA Sat Reskrim menangani tiga kasus dan saat ini masih dalam proses”kata Kasat Reskrim Kanit PPA Sat Reskrim Bripka Henriyani Astuti dan Banit PPA Sat Reskrim Bripda Fitriana.
Dijelaskan tiga kasus yang ditangani itu masing-masing percobaan pemerkosaan dan pencabulan dengan korban berinisial AR 39 tahun warga Jalan APT Pranoto Sangatta Utara, sedangkan pelakunya alias tersangka berinisial (PL) .
Barang bukti yang disita petugas yakni 1 helai sweter berwarna abu-abu hitam dan satu helai baju kaos berwarna putih dan satu buah pisau dapur dengan panjang 30 sentimeter.
Perbuatan tersangka ini dikenakan melanggar pasal 285 KUHP Jo Pasal 53 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang percobaan pemerkosaan atau pencabulan dan penganiayaan.
Satu kasus yang juga ditangani Januari adalah pencabulan dibawah umur yang terjadi di Desa Tepian Makmur Kecamatan Rantau Pulung. Korban adalah (NB) kelahiran april 2004 sedangkan tersangka yakni MAK (38)tahun yang merupakan ayah tiri korban.
Sedangkan kasus yang ditangani bulan Februari awal ini yakni pencabulan dengan korban bernisial (YMC) 15 tahun warga desa Benua Baru Kecamatan Sangkulirang. Sedangkan pelakunya alias para tersangka ini berjumlah lima orang semuanya warga Sangkulirang.
Para tersangka ini terbukti melakukan pencabulan hingga mengakibatkan korban mengalami hamil,sehingga keluarga korban melaporkan ke pihak kepolisian setempat.
Kelima tersangka ini masing-masing berinisial (YS )warga desa benua baru Ilir Sangkulirang, Kemudian (AL) warga Desa Maloy Kecamatan Sangkulirang. Kemudian tersangka lainnya adalah( MR) warga Desa Benua Baru ilir Sangkulirang serta (RA) warga Desa Benua Baru Ilir Kecamatan Sangkulirang.(liku1)