Punya Dua Istri, Masih Setubuhi Anak Tiri 11 Tahun Dua Kali Aborsi.

0
325
IPDA Loewensky Karisoh Kanit PPA Polres Kutai Timur ( FOTO :Adi Sagaria)

 

Sangatta, liputankutim.com,- Kira-kira apa pikiran dan isi otak pria berinisial PR usia 59 tahun. Padahal sudah memiliki dua istri, tapi masih melampiaskan nafsunya dan berhubungan dengan anak tirinya berinisial EMS umur 12 tahun SD Kelas VI

 

Perbuatan hubungan PR dengan anak tirinya ini terbilang sangat lama hingga 11 tahun, mulai saat masih korban berusia 12 tahun dan masih kelas VI SD, baru ketahuan Juli  2021 dan dilaporkan September 2021

 

“Lebih gilanya lagi, persetubuhan PR dengan anak tirinya EMS yang kini sudah berusia 23 tahun sempat hamil dua kali namun dia melakukan aborsi”kata Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Resktrim dan PPA AKP Abdul Rauf melalui Kanit PPA IPDA Loewensky Karisoh, diruang kerjanya, Jumat, 10/09/2021

PR 59 tahun, Warga Sangatta Kutai Timur, Seorang ayah tiri yang selama 11 tahun melakukan persetubuhan dengan anak tirinya sejak umur 12 tahun sampai umur 23 tahun. Kini diancam 18 tahun penjara (FOTO :Adi Sagaria)

Menurut Kanit PPA Polres Kutim Ipda Loewensky Karisoh, kasus persetubuhan ayah tiri dengan anak tiri ini, awalnya terjadi tahun 2009, saat korban pulang sekolah dan masih menggunakan seragam sekolah. Sekarang korban EMS sudah berumur 23 tahun dan statusnya masih single.

Saat baru pulang sekolah ayah tirinya ini memanggil korban agar menggaruk badannya bagian belakang, asalannya karena capek. Namun tiba-tiba ayah tirinya menarik badan dan memaksa untuk melakukan hubungan badan.

“Korban takut dan menurut karena diancam akan dibunuh kalau tidak menuruti permintaannya.  Kemudian persetubuhan itu terus berlanjut selama bertahun-tahun. Bahkan korban ini sempat dua kali hamil namun melakukan aborsi”ujar Kanit PPA Ipda Loewensky Karisoh.

 

Pelaku PR yang bertubuh pendek badan tegak dan kulit hitam ini, kini sudah ditetapkan tersangka oleh Polisi, terakhir melakukan perbuatannya kepada korban sekitar bulan Juli 2021.

 

Dari kejadian Juli 2021 itu korban tidak tahan lagi. Dengan ditemani orang ibu kandugnya dan seorang laki-laki berinisial JI melaporkannya ke Polisi di Polres Kutim.

 

“Tersangka ini juga dikampungnya dikenal orang sakti dan memiliki banyak ilmu hitam dan pelet-pelet. Makanya disegani dan ini masih didalami”ujar.

 

Dan atas perbuatannya itu tersangka PR yang kini sudah ditahan di Polres Kutim akan dikenakan pasal berlapis yakni pasal 81 ayat (1) ayat (2) ayat (3) Undang-Undang perlindungan anak dengan ancama 18 tahun penjara

 

Sementara tersangka PR kepada Liputankutim.com ,mengaku  dirnya hilaf, sehingga melakukan perbuatan itu kepada anak tirinya.

 

“Waktu itu saya benar-benar hilaf pak, dan saya minta maaf kepada kedua istri saya dan anak tirinya EMS. Mohon maafkan saya”kata PR yang mengaku sebagai pedagang ayam di Sangatta.

Menurut tersangka awalnya memang maksa dan ancam korban anak tirinya, namun selebihnya setiap kali diajak gituan dia ini EMS selalu nurut saja dan masuk kamar tanpa ada paksaan.

“Awalnya memang saya paksa, tapi setelah itu kalau saya ajakin EMS selalu nurut masuk kamar. Memang dia dua hamil dan digugurkan, tapi yang melakukan bukan saya saja, tapi dia punya pacar gitu jg, jadi kami sama-sama”kata PR sambil melap air matanya karena nangis menyesal.

PR mengaku memiliki dua istri masing-masing tinggal di Sangatta dan satunya di Kecamatan Long Masengat Kutim.

“Istri saya dua orang pak, satu di Sangatta dan satunya di Long Masengat. Saya penjual ayam”ujarnya menyebut nama istrinya minta maaf yang melaporkan kasusnya ke polisi. (srm/liku1)