Rawan Bencana, Warga Tujuh Kecamatan di Kutim Diimbau Berhati-hati

0
82

Liputankutim.com – Pasca terjadi musibah tsunami di Lampung dan Banten, seluruh daerah yang memiliki kawasan pesisir, diminta untuk hati-hati, terutama jelang pergantian tahun 2019 mendatang.

Di Kutim, ada tujuh kecamatan yang diminta meningkatkan kewaspadaannya.

Yakni, Kecamatan Sandaran, Sangkulirang, Kaliorang, Bengalon, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, dan Teluk Pandan.

Seluruhnya merupakan kecamatan yang memiliki kawasan pesisir.

“Ketujuh kecamatan tersebut berada di kawasan pesisir Kutai Timur dan dianggap memiliki potensi atau rawan terkena bencana. Baik berupa gelombang tinggi maupun potensi tsunami. Imbauan kami pada warga di tujuh kecamatan tersebut adalah larangan ke tepi laut, mulai 26 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim, Ludy Firmansyah, Kamis (27/12/2018).

“Kecamatan yang paling rawan terhadap gelombang tinggi di Selat Makasar adalah Sandaran, karena berada di kawasan selat tersebut. Tidak hanya berada di tepi pantai, tapi para nelayan pun diminta agar tidak melaut dulu,” kata Ludy.

Imbauan, menurut Ludy, tidak wajib. Namun, apabila diperkirakan sudah seperti itu cuacanya, tentu sebaiknya menaati apa yang diimbau. Apalagi, imbauan keluar dari BMKG.

“Ini hanya sebatas himbauan. Tetapi lebih baik dihindari. Namun kita semua berharap tak terjadi apa-apa. Kita berdoa saja,” ujar Ludy. (*)