Ruslan S.Hum Cagar Budaya Dan Adat Kutai Harus Terus Dipertahankan

0
162
Acara Tijak Tanah Sultan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadinata Di Rumah Adat Kutai 'Lamin Belahu Badak", Kabupaten Kutai Timur (poto IVN)

Sangatta, Liputan Kutim.com – Acara Tijak Tanah Sultan kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura Di Rumah Adat (Lamin Belahu Badak)  yang dihadiri para tokoh masyarakat dan pejabat Kutai Timur Di kecamatan Sangatta Utara kabupaten kutai Timur-Kaltim. Pada rabu (7/4/21)

Acara Yang langsung Dihadiri Sultan Kutai Kartanagara Ing Martadipura Pangeran Drs. Adji ohammad Arifin M.Si., Yang sekalian Meresmikan Rumah Adat Kutai “ LAMIN”, pada acara ini Juga Turut Hadir Penggiat Budaya yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  Untuk sekalian menjalin silaturahim dan Melihat Unsur kebudayaan adat Kutai.

Ruslan S.Hum., Penggiat Budaya Dari Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan

Ruslan S.Hum”,  sebagai Penggiat Budaya, yang bekkerja sama Dengan kementrian pendidikan dan Kebudayaan  ini mengungkapkan Saya sangat tertarik Dengan Kebudayaan adat kesultanan Ini dan saya ingin melihat lebih dalam lagi tentang kebudayaan Adat Kutai dan Tradisi Kesultanan, karena adat dan kebudayaan ini adalah harta Bangsa indonesia yang paling berharga ini, tuturnya Pada Media Online Liputan Kutim.com

Penggiat Kebudayaan “Ruslan menerangkan, keberadaan kerajaan nusantara merupakan salah satu bentuk kekayaan Indonesia. “Keraton, kerajaan, dan kesultanan nusantara yang masih eksis hingga saat ini merupakan kekayaan luar biasa Indonesia,” ujar Ruslan dalam menghadiri  Acara Tijak Tanah Sultan kesultanan Kutai kartanegara Ing Martadipura Di Rumah Adat (Lamin Belahu Badak) di Kutim

“Ruslan ‘, Beharap adat dan kebudayaan yang ada dikutim ini harus dipertahankan, dan menjaga semua cagar budaya, mari  kita sama-sama dalam mendata cagar budaya, situs, warisan benda, dan tak benda. Upaya ini dilakukan agar tidak ada lagi warisan budaya yang terbengkalai.

Karena kebudayaan penting sebagai benteng, karena  Indonesia lahir dari keragaman inilah jadi potensi dan jati diri bangsa kita, kalau kebudayaan kita hilang tentu Bhinneka Tunggal Ika yang ada di burung Garuda itu sudah tidak ada lagi,”jelas Ruslan. (IVN/Liku1/*)