Sakit Hati Dipecat Dari Perusahaan Sawit, Suami Istri Di Sangkulirang Kaltim Bunuh Mandornya Dengan Brutal dan Sadis

0
303
Suami Istri MS dan SM asal Desa Tepian Terap Sangkulirang, Kutai Timur Kaltim diancam hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup (FOTO:Adi Sagaria)

 

 

Sangatta, Liputankutim.com, – Gara-gara sakit hati dipecat tanpa sebab dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sangkulirang, suami dan istrinya rencanakan membunuh dengan sadis.

Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmiko menerangkan, pelaku suami istri yang bernama SM 38 tahun dan istrinya MS 34 tahun tinggal di barak karyawan PT. HAL Desa Tepian Terap Kec. Sangkulirang.

“Pelaku suami istri membunuh korban HL 51 tahun karena sakit hati, mengambil pekerjaan pelaku sebagai kepala rombongan pengangkutan buah sawit. Dia menuding atas laporan mandornya itu suami istri ini di PHK secara sepihak perusahaan tanpa ada kesalahan” kata Kapolres saat menggelar Confrence Pers di Mako Polres, Selasa, 18/5/2021

 

Dijelaskan Kapolres AKBP Welly Djatmiko didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rauf dan Paur Humas Ipda Danang Wahyu R, bahwa suami istri sakit hati kepada korban karena telah mengambil pekerjaan

Kedua pelaku suami istri yang memiliki 1 orang anak ini kemudian merencanakan akan menghabisi membunuh korban disebuah pondok,pada kamis 13 mei 2021 di desa tepian terap kecamatan sangkulirang

 

Kapolres menjelaskan, kedua suami isrtri ini sudah kompak, jika istrinya berpura-pura mau diajak berhubungan intim selingkuh dengan korban dipondok yang ditempati pelaku.
Akan tetapi rencana tersebut berubah sehingga dan meminta tolong kepada korban untuk diantar melakukan penagihan ke barak karyawan dengan menggunakan sepeda motor

 

Namun baru berjalan sekitar 30 menit pelaku MS menarik rambut korban dari arah belakang sehingga pelaku dan korban jatuh ke tanah. Kemudian MS langsung menusukan pisau yang dipegang ke arah perut korban dan terjadi tarik menarik pisau tiba-tiba datang suaminya yang telah membututi dari belakang.

 

Tanpa buang-buang waktu suami langsung memukul bagian leher korban hingga jatuh ke tanah. Setalah terjatuh dan tak sadarkan diri SM menginjak muka korban dengan mengenakan sepatu boot.

 

“Merasa sudah tak bernyawa MS mengambil mata pisau yang telah jatuh ketanah kemudian mata pisau ditusukkan ke perut, telinga serta leher korban sampai korban benar-benar meninggal”jelas Kapolres Welly Djatmiko merinci kronologi yang brutal dan sadis .

 

Polisi menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp. 77.860.000, pisau yang digunakan pelaku, 2 unit sepeda motor pelaku dan korban, HP Nokia milik korban dan sepatu bot

 

Tindak pidana dan pasal yang disangkakan kepada kedua pelaku diancam dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun penjara dengan pasal 338 dan atau Pasal 340 KUHP (liku1/*)