Sekda Kutim: Tidak Benar Ada Pemotongan DAU, Pernyataan Mujizat Menyesatkan

0
48
Sekretaris Daerah ( Sekda) Kutai Timur Drs.H.Irawansyah,M.Si didampingi Plt. Kepala Inspektorat Daerah Jasrin,SE memberikan keterangan pers. (foto:Adi Sagaria)

SANGATTA ( LIPUTAN KUTIM ) – Direktorat Jenderal ( Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Ardian menegaskan, pembicara yang diundang Pemkab Kutai Timur saat Musrembang 2020, Mujizat tidak mewakili Dirjen Keuangan daerah RI, karena dia sudah pensiun dua tahun lalu.

“Mukzijat merupakan pegawai pensiunan Dirjen Bina Keuangan Daerah dan sejak dua tahun lalu sudah pensiun. Sehingga, sehingga statement Mujizat soal potongan 25 persen DAU Kutim tidfak benar dan diluar tanggungjawab pihak Dirjen,”kata Ardian

Pernyataan Direktorat Jenderal ( Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Ardian itu disampaikan Sekretaris Daerah ( Sekda) Kutai Timur, Drs.H. Irawansyah,M.Si, saat konfrensi pers ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim, didampingi Ketua Bappeda HM. Edward Azran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfoperstik) Kutai Timur (Kutim) Suprihanto dan sejumlah pejabat Pemkab Kutim,  Jumat, 20/03/2020.

Menurut Sekda Irawansya, apa yang dikatakan Mujizat saat Musrembang itu menyesatkan masyarakat,karena menyampaikan informasi yang salah, dengan menyebutkan Kutai Timur mendapatkan sanksi dari kementerian Keuangan RI berupa pemotongan DAU akibat kelalaian Pemkab Kutim dalam keterlambatan pengesahan APBD Kutim Tahun 2020.

Pernyataan Mujizat harus diluruskan, bahwa tidak benar ada sanksi pengurangan  pemotongan transfer Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 25 persen dari pemerintah pusat.

Bappeda Kutai Timur telah menelusuri informasi dan data Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri tentang 9 Kabupaten/Kota di Indonesia termasuk Kutim,yang terlambat menyampaikan APBD 2020 di Indonesia.

“Bappeda telah menulusuri, tidak ada sama sekali nama Kutai Timur didalamnya. Jadi pernyataan Mujizat tidak benar dan menyesatkan masyarakat”kata Sekda Irawansyah (ADV/KOMINFO)