Sekdes Sekerat: Orang Luar Demo Tolak Pabrik Semen, Lucu Ya

0
115
Arifuddin Sekretaris Desa Sekerat Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur. (Foto dok/ist)

Liputankutim.com –  Aksi unjukrasa mahasiswa di Kantor Gubernur Kaltim menolak pembangunan pabrik semen di gunung Sekerat Kecamatan Kaliorang Kutai Timur, dinilai lucu dan merugikan masyarakat setempat. Menurut Sekretaris Desa Sekerat Arifuddin, apa yang dilakukan mahasiswa itu, tidak mewakili masyarakat kami Desa Sekerat, apalagi dilakukan dengan anarkis.

“Mereka berunjuk rasa menolak pabrik semen, yang demo orang luar, lucu ya, kami disini baik-baik saja, tidak masalah”kata Sekdes Arifuddin, kepada Redaksi liputankutim.com, 01/01/2019.

Dikatakan Sekdes Arifuddin, lucu sekali kalau kami orang sekerat senang ada perusahaan masuk, kok mahasiswa repot, orang luar melarang masuk ke desa kami di sekerat.Padahal pembangunan pabrik semen di gunung sekerat ini bukan baru sekarang, tapi sudah ada sejak bertahun-tahun, namun masih survey dan diteliti, dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Arifuddin Sekdes Sekerat Kec Kaliorang Kutim. (Foto:dok/ist)

Sekdes Arifuddin mengatakan, Warga desa Sekerat justru mendukung pemerintah dengan mendatangkan investor untuk membangun pabrik semen, karena akan mensejahterakan masyarakat.

“Kami mendukung bupati Kutim Ismunandar dan Gubernur Kaltim Isran Noor karena kalau pabrik semen masuk desa akan lebih maju dan pembangunan sekitar juga pasti maju”katanya.

Arifuddin juga mengatakan, dirinya sudah sering ke Pangkep Sulsel melihat desa disekitar pabrik semen tonasa. Disana sudah puluhan tahun ditambang, warga sekitar tidak masalah, tidak pernah terjadi apa-apa yang merugikan mereka.

“Saya melihat contoh di pangkep Sulsel, warga desa sekitar pabrik semen aman-aman selama puluhan tahun, kenapa disini mahasiswa dan orang luar kok repot”kata Sekdes Arifuddin seraya mengatakan, warga kami tak melarang tapi senang ada pabrik

Bupati Kutim Ismunandar yang diminta pernyataan adanya aksi unjukrasa di Halaman kantor Gubernur Kaltim mengatakan, yang unjukrasa itu masyarakat mana,mahasiswa mana.

“Yang demo bukan warga sangkulirang, bukan warga sekerat, yang mau ditambang juga bukan karst sangkulirang tapi gunung sekerat luasnya 320 hektare”katanya Ismunandar.

Ia mengatakan, bahwa rencana pabrik semen sekerat itu kan sudah dilakukan dengar pendapat dan dilakukan kajian dengan melibatkan ahli-ahli.

“Ahlinya sudah teliti dan bahas,. Nah yang mau ditambang ini bukan karst Sangkuklirang, tapi di gunung sekerat. Yang demo bukan orang sangkulirang bukan warga sekerat, ini yang demo orang luar mahasiswa yang atas nama aja”katanya (*)