Seorang IRT Di Teluk Lingga, Kutim, Berebutan Celana Suami Dengan Seekor Buaya

0
6339
Nurpisa ( masih mencuci) Warga RT 30 Gang Banjar Kelurahan Teluk Lingga Kutai Timur, nyaris menjadi korban, rebutan celana dengan buaya. (Foto Adi Sagaria)

Liputankutim.com, SANGATTA –  Peristiwa ini terjadi dan dialami seorang ibu rumah tangga, bernama Nurpisa, yang tinggal RT 30 Gang Banjar, Teluk Lingga pada hari Senin, 08/04/2019, sekitar pukul 08.30 Wita.  

Saat dikunjungi Redaksi Liputankutim.com, Selasa, 09/04/2019, Nur panggilannya Nurpisa menceritakan peristiwa yang dialaminya, hingga dirinya merasa lumpuh dan tak bisa berkata-kata saat si buaya berukuran besar, tiba-tiba muncul dan menarik celana suaminya dari tangannya yang sedang dicucinya.

Nurpisa ( kanan) dan Arlina gending anak.(Foto Adi Sagaria)

Mengenakan baju daster berwarna tua, Nur bercerita, seperti biasanya setiap hari dirinya mandi atau mencuci pakaian selalu di sungai. Sebab tidak memiliki jamban atau tempat mandir dirumahnya. Ya setiap hari kami disini mandinya dan cucian di sungai.

Dengan Bahasa dan logat banjar yang khas, Nur menjelaskan, pagi itu sudah membawa beberapa lembar baju dan celana untuk dicuci, termasuk selembar celana Panjang jeans/levis warna hitam milik suaminya.

Sungai tempat cucian dan mandi tersebut, terdapat dua buah rakit yang sehari-hari digunakan warga untuk menyebrang dan bolak-balik ke kebun dengan menggunakan tali atau yang disebut rakit bambu karena semua bahannya terbuart dari bambu.Sedangkan tempat Nur mencuci hanya berupa patok kemudian ditutup beberapa lembar papan.

saat cucian Nur hampir selesai dia  mengucak-ngucak dan membersihkan celana levis milik suaminya dengan cara dibanting – banting berkali kali ke permukaan air. Saat celana suaminya dibanting ke permukaan air, tiba-tiba muncul seekor buaya hitam besar dengan mulut keatas langsung menyambar celana levis dan ditariknya kedalam air.

“Saat tarik menarik, rebutan celana suaminya dengan buaya, kondisi saya tidak tahan akhirnya celana suami saya terlepas dari tangan, celana suami dibawah buaya masuk kedalam air”kata Nur dengan nada masih trauma.

Dijelaskan Nur, saat kondisi tubuh saya lemas dan takut, saya berteriak ke tetangga untuk membantunya sambil menyebut buaya-buaya.  Saat berteiak itulah tiba-tiba buaya muncul lagi dan mengembalikan celana suami saya lalu buaya itu menyebrang ke sebrang dan lalu hilang kedalam air.

“Sampai sekarang saya masih ketakutan dan trauma kalau mengingat kejadian itu”katanya sambil tertawa menunjuk tempat buaya muncul dan menarik celana suaminya.

Sementara Arlina tetangga dan saksi mengatakan, kaget saat mendengar suara Acil Nur teruiak minta tolong ada buaya.

“Saya lagi dirumah, kemudian suara acil minta tolong ada buaya, saya lari membantu dia, namun alhamdulillah buayanya sudah hilang kesebrang”kata Armina sambil menggendong dua orang anaknya yang masih kecil-kecil.

Armina dan Nur juga mengatakan jika ditempat mandi itu  hamper setiap hari ada buaya muncul, biasanya kalau buaya itu melihat ada jerigen dan benda dipinggir sungai seperti goyang – goyang akan disambarnya. (*)