Seorang Pemuda Berniat Mengakhiri Hidup Dengan Lompat Dari Atas Jembatan Pinang Sangatta

0
100
Tim Gabungan Aparat Beserta Basarnas dan ASN yang Tergabung dalam Operasi Ketupat Mahakam Berhasil Menyelamatkan Seorang Pria di Kutim Yang Mencoba Mengakhiri Hidupnya dengan Lompat dari Jembatan.

Sangatta, Liputan Kutim.com – Diduga Depresi  Seorang pemuda di Kutai timur mencoba melakukan percobaan bunuh diri lompat dari jembatan Pinang sangatta, yang terletak dijalan poros Sangatta – Bontang, Jembatan juga sebagai penghubung antara kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Minggu dinihari (09/05/21).

Aksi percobaan pria dengan usia diperkirakan sekitar 25 tahun itu sontak membuat warga sekitar heboh. Mengetahui hal tersebut, warga setempat segera melaporkan kejadian itu kepada pihak petugas Kepolisian Resort ( Polres) Kutim, yang berada di pos penyekatan tidak jauh dari tempat kejadian langsung  menuju TKP untuk melakukan penanganan.

Selanjutnya, Petugas kepolisian berkordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  bersama Seluruh personil Tim yang tergabung dalam Operasi Ketupat Mahakam, diantaranya TNI, Dinas Kesehatan, Perhubungan dan Aparatur terkait lainnya, langsung  menuju TKP untuk melakukan penanganan.

Kepada awak media, Aipda wahyu winarko, kanit dikyasa polres kutim membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami tadi melaksanakan pengamanan di pos Operasi Ketupat Mahakam 2021, kemudian ada informasi dari Warga bahwasanya ada orang yang melakukan indikasi percobaan bunuh diri, lompat dari jembatan pinang,” Jelasnya kepada awak media.

“Kemudian kami tiba di TKP, dan memang benar kami melihat ada seseorang di atas jembatan, yang terlihat seperti sedang menangis, dan menurut informasi masyarakat yang ada di TKP, pemuda tersebut bernama Wahyu,” lanjut Aipda Wahyu Winarko.

Para Tim penyelamat dan masyarakat yang ada mencoba membujuk Wahyu untuk turun, sempat beberapa kali Anggota TNI, dan beberapa masyarakat mencoba mendekat menggunakan tangga, namun Wahyu terus menghindar ke sisi lain jembatan sembari berteriak dan menangis.

“Kenapa Kalian semua Peduli sama aku, sedangkan keluarga ku gak ada yang peduli sama aku, kenapaa hahh !!!,” seru Wahyu berteriak sambil menunjuk ke arah petugas yang coba membujuknya.

Beberapa Anggota Basarnas dengan peralatan lengkap serta perahu karet dan dibantu warga dengan perahu seaadanya telah sigap berada di bawah jembatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Evakuasi pun berhasil, meski berlangsung cukup lama, sebelum akhirnya Wahyu yang sudah lemas nekat meloncat ke permukaan sungai. Beruntung Tim Basarnas bersama warga yang sedari tadi siaga di bawah jembatan dapat menolong Wahyu yang melompat ke sungai.

Selanjutnya Wahyu dibawa menggunakan Ambulance ke Rumah sakit terdekat, dalam keadaan lemas. Aipda Wahyu menuturkan bahwa hingga saat ini belum dapat memastikan penyebab indikasi terjadinya percobaan nekat tersebut, dugaan sementara menurutnya adalah Depresi.

“Akhirnya Wahyu dapat diselamatkan, meski tetap nekat untuk melompat ke sungai, beruntung ada T Basarnas bersama beberapa warga dengan Perahu, yang sedari tadi siaga di bawah jembatan,” terangnya.

“Kemungkinan dia sedang ada masalah atau depresi, tetapi kita belum tau pasti,” Tutupnya (IVN/Liku1/*)