Seorang Petani Di Desa Tanah Abang Long Masengat, Cabuli Anak Umur 8 Tahun 6 Bulan Tetangganya. Dijerat UU Perlindungan Anak, Ancaman Pidana Hukumannya 15 Tahun Penjara.

0
155
Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yuliansyah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat) Reskrim Polres Kutai Timur (Foto: Adi Sagaria)

Liputankutim.com, Sangatta – Seorang petani warga RT 08 Desa Tanah Abang Kecamatan Long Masengat Kabupaten Kutai Timur Kaltim, berinisial AM umur 48 tahun ditangkap Satuan Reserse Kriminal ( Sat Reskrim) Polres Kutai Timur, karena mencabuli seorang anak perempuan yang masih berusia 8 tahun 6 bulan yang tidak lain adalah tetangganya sendiri, pada Sabtu malam, 29 Juni 2019 sekitar pukul 18.00 wita.

Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan mengatakan, pelaku AM yang berprofesi sebagai petani itu ditangkap dirumahnya yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah orang tua korban, atas laporan orang tua keesokan hari minggu 30/06/2019.

Tersangka (AM) seorang petani di Desa Tanah Abang Kecamatan Long Masengat Kabupaten Kutai Timur yang melakukan pencabulan terhadap seorang anak dibawah umur yang merupakan tertangganya sendiri. tersangka AM diperiksa diruang penyidik di Makopolres Kutim, bukit pelangi Sangatta, Selasa, 09/07/2019 (FOTO:Adi Sagaria)

 “Pelaku AM sudah ditangkap dan saat ini ditahan di rumah tahahan Mapolres Kutim di Bukit Pelangi Sangatta. Dia dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 penjara”kata Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal ( Reskrim) AKP Yuliansyah saat ditemui di Makopolres, Selasa, 09/07/2019.

Kasat Reskrim AKP Yuliansyah didampingi Kapolsek Muara Ancalong, menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban datang kerumah tersangka untuk menonton televisi dirumah. Ketika si anak menonton istri tersangka pergi mandi.

“Nah saat istrinya pergi mandi dia mulai beraksi dengan mencium-cium si anak lalu disetubuhinya. Pengakuannya satu kali melakukan perbuatannya”kata Kasat AKP Yuliansyah.

Perbuatannya terbongakr karena korban menceritakan kepada orang tuanya, lantas orang tuanya melaporkan ke Kepala Desa Tanah Abang yang kemudian melaporkannya lagi ke Kapolsek Muara Ancalong AKP Muhammad Yusuf yang kemudian melimpahkan ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kutim.

Usai menjalani pemeriksaan tersangka AM langsung didigiring petugas masuk kedalam ruang tahanan di Makopolres Kutim, di Bukit Pelangi Sangatta, Selasa, 09/07/2019. (FOTO: Adi Sagaria)

 “Tersangka melakukan cabul sabtu malam dan minggu dibawah ke Sangatta, Namun dari Polsek Muara Ancalong tetap mendampinginya karena ini kasus cabul. Korban kita damping dan sudah dikembalikan ke orang tuanya”kata Kapolsek Muara Ancalong AKP Muhammad Yusuf menambahkan.

Sementara tersangka AM didepan penyidik saat diperiksa dan dimintai keterangan,selasa, 09/07/2019 mengatakan, dirinya tidak sadar dan khilaf sehingga melakukan cabul terhadap anak yang masih dibawah umur.

“Saya khilat dan menyesal pak, saya minta maaf”kata tersangka yang mengenakan baju tahanan warna orange sambil meneteskan air matanya karena rindu sama istrinya yang baru dinikahinya selama satu tahun alias masih nganten baru.

Dia mengaku kalau kasus seperti merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Pencabulan pertama dilakukan terhadap seorang perempuan dikampung halamannya di Benua Baru Kecamatan Muara Bengkal tahun 2000 lalu.

“Saya pernah dipenjara empat tahun di Tenggarong karena melakukan perkosaan terhadap perempuan di Muara Bengkal tahun 2000 lalu”katanya liku1/*)