SKK Migas-Pertamina EP Asset 5 Sangatta Optimis Dua Sumur Tingkatkan Produksi 400 BPOD

0
13
FOTO BERSAMA: Usai syukuran tajak pengeboran, dilanjutkan dengan berfoto bersama dengan latar RIG Bor STE-15 dan STE-04 Plt. Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Dandim 0909/Sangatta Letkol CZI Pabate, Wakapolres Kutai Timur Kompol Mawan Riswandi, Danlanal Sangatta yang diwakili perwira staf operasi, Camat Sasel Hasdiah, Kepala Balai Taman Nasional Kutai yang diwakili Kasi Wilayah 1 (FOTO:Adi Sagaria)

SANGATTA, LIPUTANKUTIM.COM ) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta) melakukan tajak sumur pengeboran sumur STE-15 dan STE-04 pada Jumat (28/8).

Asset 5 General Manager Andri Haribowo menyebutkan, PT Pertamina EP (PEP) mendapat tugas dari negara untuk memenuhi kebutuhan energi negeri dan menambah devisa negara.

Menurut Andri Haribowo, melalui pengeboran dua sumur, yaitu STE-15 dan STE-04, yang diresmikan hari ini, diharapkan SKK Migas melalui KKKS Pertamina EP, dapat terus memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah yang diatur melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak-pajak daerah, pemberdayaan vendor dan masyarakat lokal, serta program pemberdayaan masyarakat.

“Kami turut mengharapkan dukungan seluruh pihak dalam kegiatan PEP Sangatta untuk memenuhi kebutuhan energi negeri. Kami sadari bahwa tugas kami makin hari makin menantang di dalam eksplorasi migas. Namun kami yakin, melalui dukungan dan doa Bapak dan Ibu, kami mampu mengemban amanat yang diberikan negara kepada kami,” ujar Andri dalam sambutannya yang disampaikan melalui video Virtual

Sementara Sangatta Field Manager menyampaikan bahwa kegiatan pengeboran kali ini merupakan pengeboran pertama di tahun 2020. Hanif menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder yang selama ini memberikan dukungan penuh seluruh proses operasional PEP Sangatta, termasuk didalamnya kegiatan pengeboran STE-15 dan STE-04.

Ia mengungkapkan bahwa dukungan yang telah diberikan stakeholder, sangat membantu PEP Sangatta dalam melewati tantangan yang dihadapi pada beberapa bulan terakhir ini, khususnya pandemi COVID-19. Dalam menjalankan proyek pengeboran STE-15 dan STE-04, PEP Sangatta bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Sangatta Selatan, Labkesda, dan Dinkes Kutim untuk penerapan protokol COVID-19.

“Harapan kami dengan dukungan seluruh stakeholder, pengeboran kali ini semoga berjalan sukses dan selamat sehingga pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kutai Timur,” imbuh Hanif didampingi Rio Ostaryo Legal & Relation Assistant Manager Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field.

Ia mengatakan, proyek pengeboran ini direncanakan akan selesai dibor dalam waktu 28 hari, dengan kedalaman 1.800 meter. Sumur STE-04 akan dibor dengan kedalaman 2.000 meter, dengan estimasi waktu pelaksanaan pengeboran di minggu ke-1 bulan Oktober 2020 atau setelah sumur STE-15 selesai.

Pengeboran STE-15 dan STE-04 menggunakan RIG 22.2 / OW700-M milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Sumur STE-15 dan STE-04 diprediksi dapat menambah produksi minyak PEP Sangatta sejumlah 400 barrel oil per day (bopd).

Plt Bupati kasmidi Bulang yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Kutai Timur sangat kaya, baik bersumber hasil migas maupun non-migas.

Kasmidi juga memberikan mengapresiasi kinerja PEP Sangatta yang telah memberikan dukungan melalui program CSR dan bantuan lainnya kepada masyarakat Kabupaten Kutai Timur.

“Mari kita doakan, mudahan-mudahan apa yang dilakukan PEP Sangatta mampu memberikan hasil optimal dan bermanfaat bagi Kabupaten Kutai Timur,” jelas Kasmidi.

Pada kesempatan itu, Pertamina EP melaksanakan rangkaian syukuran tajak pengeboran STE 15- dan STE-04, yakni berbagi kebahagiaan kepada masyarakat berupa pemberian santunan 40 santri kepada pondok pesantren Hidayatul Hikmah km. 7, penyerahan bantuan revitalisasi sarana air bersih kepada masyarakat Desa Teluk Singkama.

Penyerahan bantuan pengembangan wisata di Desa Sangkima, penyerahan bantuan 55 koloni untuk pengembangan kebun kelulut Desa Sangatta Selatan, dan kebutuhan medis dalam penanganan pandemi COVID-19 berupa masker dan sarana penunjang sosialiasi masyarakat kecamatan Sangatta Selatan.(liku1/liku2)