Suami Sering Ancam Akan Menceraikannya, Ibu Muda Dua Anak Di Sepaso Bengalon Kutai Timur Tewas Gantung Diri

0
1881
Polisi melakukan olah tkp dirumah korban, Jalan Mulawarman Gang Bima Dusun Sepaso Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, Rabu 30/07/2019. ( Foto: dok)

Liputankutim.com, Sangatta –  Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Nur Agustina 32 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Jalan Mulawarman Gang Bima Dusun Sepaso Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, Rabu, dinihari pukul 01.30 Wita.

Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan, melalui Kapolsek Bengalon AKP Ahmad Abdullah, mengatakan, Polisi meluncur ke tempat kejadian setelah menerima laporan dari keluarga korban.

Dijelaskan Kapolsek Bengalon AKP Ahmad, korban kelahiran Tenggarong Kutai Kartanegara saat ditemukan sudah tak bernyawa lagi, terdapat luka dibagian leher korban akibat jeratan tali

“Juga ditemukan terdapat cairan pada anunya korban. Dia menggunakan baju tidur warna abu-abu dan gunakan celana tidur warna abu-abu”kata Kapolsek AKP Ahmad

Polisi mendatangi dan melakukan olah TKP dan mencari saksi dan barang bukti termasuk ayah dan suami korban. Kemudian membawa ke puskesmas untuk visum serta meneruskannya ke Unit Reskrim untuk menindaklanjuti

Ia menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa bunuh diri, menurut pengakuan suami korban bernama Asrori Nur Hadi 32 tahun, jika mereka memiliki dua orang anak yang masih berumur 9 tahun dan 4 tahun.

Pengakuan suami korban jika tiga minggu sebelum peristiwa bunuh diri, suami istri ini terjadi pertengkaran dan sering cekcok karena masalah rumah tangga. Karena tidak bisa menyelesaikan dengan baik, sehingga 30 Juli Asrovi Nur Hadi (suaminya) keluar rumah dan meninggalkan istri dan kedua anaknya.

Tetapi suami keluar rumah dan pergi kerumah paman istrinya, ssat itulah korban berusaha menghubungi suaminya dengan telpon dan sms agar pulang ke rumah.   

Dia ancam saya kalau tidak pulang maka dia juga akan pergi. Mendapat ancaman sms dari sang istri akhirnya suaminya pulang pukul 00. 00 Wita. Namun melihat istrinya sedang tidur dengan anaknya,sehingga suaminya memutuskan untuk tidur diluar depan televisi.

.Pukul 01.30 wita seorang anaknya keluar dan membangunkan ayahnya dan memberitahukannya kalau mama gantung diri dikamar.Ayahnya terbangun dan masuk kamar namun melihat istrinya sudah kaku tak bernyawa”kata kapolsek menirukan pernyataan suami korban.

Paman korban juga sering didatangi korban mengadukan ancaman suaminya yang sering mengeluarkan kata-kata ancaman akan menceraikannya. Bahkan tiga minggu sebelum kejadian ini, keduanya kembali ribut.

“Paman korban menerangkan bahwa korban sering jalan kerumahnya dan sering curhat bahwa suaminya hendak menceraikannya. Korban juga sering bercerita akan bunuh diri saja”kata kapolsek menirukan pernyataan Muliansyah paman korban (liku2/*)