Tiga Nama Bersaing Dapatkan Rekomendasi PPP Untuk Maju Pilkada Kutim 2020

0
23
Dari kiri ke kanan H. Muhammad Son Hatta anggota DPRD Kutim, H. Khoirul Arifin Kader DPC PPP Kutim (tengah) H. Joni Sekretaris DPC PPP/ Anggota DPRD Kutim F-PPP Kutim (kanan) berdiskusi diruang Fraksi PPP Gedung DPRD Kutim, Selasa,04/08/2020 (FOTO :Adi Sagaria)

SANGATTA (LIPUTANKUTIM.COM ) – Paska OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ismunandar dan Encek UR Firgasih merubah total perpolitikan di Kutai Timur, terutama Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan.

Pasalnya, Ismunandar yang awalnya diprediksi bakal melenggang menuju Kutim 1 dengan menggunakan PPP dan Nasdem, harus pupus akibat tersandung kasus korupsi dan gagal maju untuk periode kedua

Namun meskipun demikian, DPC Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP dan Kutai Timur, sebagai partai pemenang pemilu legislatif 2019 dan menguasai kursi di lembaga DPRD Periode 2019-2024 dengan 9 kursi, tentu tidak ingin begitu saja menyerah dalam perebutan kursi bupati dan wakil bupati periode 2021-2024

Hal itu dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Kutai Timur H. Joni saat ditemui Liputankutim.com diruang kerjanya, di Gedung DPRD, Bukit Pelangi Sangatta, Selasa, 04/08/2020.

“Kalau untuk calon bupati dan calon wakil bupati Insyah Allah ada nanti, saat ini sedang kita godok”kata Joni yang juga anggota DPRD Kutim Periode 2019-2024.

Makanya dalam bulan Agustus ini kerja keras, karena memang kita PPP sudah terlambat. Kalau tahap awal dulu kan sudah selesai, tapi karena ada masalah, makanya kita melakukan penjaringan lagi.

“Saat ini sedang melakukan penjaringan kembali, ibarat sepeda motor ini harus gas full karena dikejar dengan waktu. Tapi penjaringan tidak terbuka seperti dulu., namun menjaring melalui komunikasi langsung sesuai anjuran DPP PPP dan DPW PPP Provinsi Kaltim”sebut Joni didampingi H. Son Hatta anggota DPRD F-PPP

Menurut Joni, sekarang ini ada tiga nama dari luar partai yang bersaing mendapatkan rekomendasi untuk maju Pilkada Kutim melalui PPP. Tiga nama ini ingin maju untuk orang nomor satu alias calon bupati.

Dijelaskan Joni tiga nama ini berasal dari luar alias non parpol, hanya saja Joni enggan menyebutkan tiga nama, karena belum saatnya. Jika salah satunya lolos otomatis untuk dapat rekomendasi menjadi calon bupati maka untuk wakil bupati kami dorong kader PPP.

“Jika orang luar ini terpilih menjadi cabup maka otomatis wakilnya kader PPP, ini sudah anjuran dari DPP PPP dan DPW PPP Kaltim”jelasnya.

Jika nanti orang luar menjadi 01 maka dipersilahkan mencari calon pendamping menjadi wakilnya dari kader PPP.Soal siapa kader yang siap, saya kira namanya kader siap semua.

Ketika ditanya apakah PPP masih akan berkoaliasi lagi untuk mengusung calonnya, Joni mengatakan soal koalisi sebaiknya ada, meskipun PPP bisa mengusung calonnya sendiri.

“Kami PPP tanpa koalisi bisa mengusung, tetapi akan lebih baik kalau ada koalisi sehingga pekerjaan jadi ringan. Soal tiga nama tadi maaf belum bisa saya sebutkan,tunggu saja bulan Agustus ini juga”katanya (liku1/liku2/*)