TNI Berhasil Bangkitkan Budaya Gotong Royong Rakyat Melalui TMMD

0
15
Pembukaan Acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 108 Tahun 2020 di lapangan Sepakbola Desa Bangun Jaya dihadiri Bupati Ismunandar dan juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Stakholder berlangsung lancar (FOTO:LIPUTANKUTIM.COM/Adi Sagaria)

 

SANGATTA, LIPUTANKUTIM.COM ) – Saat itu pagi menjelang siang, di sebuah lapangan sepak bola di desa pesisir Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, tampak nampak ramai. Ada ratusan orang memadati lapangan itu, di bawah naungan tenda besar. Di antara ratusan orang itu, puluhan orang berpakaian hijau-hijau sepertinya tengah sibuk mengatur sebuah kegiatan.

Rupanya di waktu matahari tengah naik menjelang siang itu sedang berlangsung sebuah acara pembukaan “TNI Manunggal Membangun Desa” atau disingkat TMMD yang ke-108 yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang. Hari Selasa, 30 Juni 2020 itu akan menjadi hari bersejarah bagi warga desa itu, karena desa mereka menjadi pusat kegiatan “manunggalnya TNI dan rakyat”.

Acara pembukaan TMMD Tahun 2020 di desa itu yang hadir bukan hanya ratusan personil TNI dari Kodim 0909/SGT, personil Polri dari Polres Kutai Timur, dan aparat pemerintahan daerah Kutai Timur saja, namun juga ratusan warga dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Kaliorang dan perwakilan dari berbagai unsur masyarakat yang ada di kabupaten itu.

Apalagi hari itu amat cerahnya, meski pada malam hari sempat diguyur hujan, sehingga pemandangan alam berupa pebukitan yang mengelilingi Desa Bangun Jaya dapat terlihat masih berselimut kabut dan sebagian cerah. Beberapa warga desa dan pedagang dipasar yang terletak disebrang jalan lapangan yang ikut meramaikan acara pembukaan TMMD juga bergembira, karena acara bisa berjalan dengan lancar.

“Bersyukur sekali hari ini langit cerah, sehingga acara bapak-bapak TNI berlangsung meriah, padahal kemarin hujan mengguyur desa kami dengan lebatnya,” kata seorang pedagang di Pasar Bangun Jaya.

Kehadiran Bupati Kutai Timur, Ismunandar, yang memenuhi undangan Dandim 0809/SGT Letkol (Inf) CZI Pabate untuk membuka secara resmi pembukaan TMMD Tahun 2020 di Kabupaten Kutai Timur, juga membuat acara tersebut semakin meriah.

Puluhan Wartawan dari berbagbai media meliput pembukaan TMMD Ke 103 Tahun 2020. Nampak Dandim Letkol Czi Pabate menyerahkan Daftar Pekerjaan yang akan dilaksanakan selama TMMD yang dimulai 30 Juni hingga 30 Juli 2020. (FOTO:LIPUTANKUTIM.COM/Adi Sagaria)

Menurut Ismunandar, kegiatan TMMD menjadi sangat penting, terutama karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, sehingga seluruh kegiatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan wajib mengikuti protokol kesehatan ketat.

“Lebih dari itu, kegiatan TMMD selalu memberikan manfaat sangat besar bagi warga desa dan desa yang menjadi lokasi kegiatan, misalnya kegiatan fisik seperti pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, rehabilitasi rumah, dan perbaikan rumah ibadah,” katanya.

Pembangunan infrastruktur desa, menurut bupati, akan memberikan dampak positif bagi warga desa, di antaranya memudahkan rakyat untuk mengangkut dan menjual hasil bumi serta jarak tempuh dan waktu tempuh yang jauh lebih pendek dan lebih cepat.

Oleh karena itu, Bupati Ismunandar tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI AD, namun juga memberikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan staf personil Kodim 0909/SGT, termasuk unsur pendukung TMMD, yaitu personil Polres Kutai Timur, aparatur sipil pemerintah daerah Kutai Timur, dan kalangan pengusaha.

“Kita semua pantas bersyukur, di tengah pandemi Covid-19, TNI bersama pemerintah daerah dan rakyat bisa menyelenggarakan TMMD dengan baik. Program TMMD di tengah pandemi Covid-19 sangat membanggakan, apalagi teman-teman TNI bukan hanya melakukan kegiatan pembangunan fisik, namun juga memberikan berbagai penyuluhan dan menyerahkan bingkisan sembako gratis yang sangat dibutuhkan warga desa,” katanya.

Bupati juga sangat terkesan dengan pembangunan fisik yang dilakukan personil TNI, di antaranya membangun jalan desa antara Desa Bangun Jaya dan Desa Bukit Harapan, membangun jembatan, serta melakukan renovasi total terhadap satu rumah warga miskin dan satu rumah ibadah.

TNI Membangun desa

Upacara peresmian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108 dipusatkan di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang. Meskipun tidak mudah untuk mencapai desa tersebut, karena jalan utama desa belum beraspal, namun upacara peresmian TMMD berlangsung lancar dan sederhana dengan dihahadiri ratusan personil TNI dan warga dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Kaliorang.

Hal yang menarik juga adalah partisipasi aktif personil TNI AL dan aparat kepolisian dari Polres Kutai Timur. Mereka berbaur dengan personil Kodim 0909/SGT, warga desa, dan unsur masyarakat lainnya mendukung kegiatan TMMD.

Saat memberikan sambutan, Komandan Kodim (Dandim ) 0909/SGT, Letkol CZI Pabate menjelaskan bahwa program utama TMMD di Kecamatan Kaliorang adalah membangun desa, di antaranya membangun jalan sepanjang 2,3 Km yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Bangun Jaya dan Desa Bukit Harapan, serta membangun jembatan.

“Tujuannya untuk memperpendek jarak kedua desa menuju ke ibu kota Kecamatan Kaliorang, karena di sana terdapat kantor camat, puskesmas, sekolah, dan pasar,” kata Dandim 0909/SGT.

Sebelum jalan tersebut dibangun, masyarakat harus memutar cukup jauh. Sekarang, dengan adanya jalan tersebut, warga bahkan bisa berjalan kaki menuju ke pusat ibu kota kecamatan. “Semoga kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga desa,” katanya.

Pada kesempatan itu Letkol CZI Pabate juga memuji dan berterima kasih kepada warga desa yang telah dengan sukarela bekerja secara bergantian setiap hari bersama personil TNI.

Nampak dua anggota Kodim 0909/SGT berdiri disamping rumah warga yang bangun melalui TMMD Ke 108 Tahun 2020.(FOTO:Adi Sagaria)

“Kami juga memuji keikhlasan warga yang telah menyerahkan tanah miliknya untuk pembangunan jalan desa antara dua desa itu tanpa ganti rugi. Bahkan di atas tanah itu banyak tanaman petani yang harus dikorbankan, misalnya kelapa sawit, padi, pisang dan tanaman buah-buahan lainnya,” kata Letkol CZI Pabate.

Menurutnya, TNI berasal dari rakyat, karena itu TNI dan rakyat, sejak dahulu tidak mungkin dapat dipisahkan. TNI, katanya, mengetahui persis kebutuhan rakyat di desa-desa, oleh karena itu, semua kegiatan TMMD dilaksanakan untuk memenuhi harapan rakyat.

Jual Hasil Tani

Kepala Desa Bangun Jaya, Supanjen, menjelaskan, ketika ia dan warga desa mengetahui akan ada kegiatan TMMD di desanya, hampir seluruhnya gembira dan menyambutnya dengan antusias.

“Warga rela mengorbankan tanah dan tanamannya untuk pembangunan jalan desa antara Desa Bangun Jaya dan Desa Bukit Harapan. Kami tahu, pengorbanan itu tidak seberapa dibandingkan manfaat dan keuntungan yang besar bagi seluruh warga desa setelah jalan itu terwujud, misalnya memudahkan warga untuk menjual hasil tani mereka ke pasar,” katanya.

Menurut Supanjen, dengan dibangunnya jalan desa tersebut, maka warga akan mudah memasarkan hasil pertanianya ke pasar, dan ini tentu akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan mereka.

Program lain dalam memeriahkan TMMD/2020 antara lain membangun sebuah jembatan yang menghubungkan kedua desa itu. Panjang jembatan tersebut sekitar 30 meter, dengan lebar empat meter. Jembatan semi permanen dari kayu ulin tersebut dibangun personil TNI dan warga.

Menurutnya, jembatan kayu ulin itu akan menjadi simbol dan kebanggaan masyarakat dan TNI AD, itu karena jembatan itu dibangun secara gotong royong, bahkan dilaksanakan di masa sulit saat pandemi covid-19.

“Jembatan itu simbol yang membanggakan, karena menjadi bukti bangkitnya kembali semangat dan budaya gotong royong rakyat Indonesia untuk membangun desa,” kata Supanjen.

Sementara itu Kepala Desa Bukit Harapan, Rusmono, mengakui bahwa rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan kedua desa itu berawal dari obrolan ringan melalui acara minum kopi yang diadakan hari senin setiap sekali seminggu.

Waktu itu, katanya, perangkat desa berkumpul dengan Babinsa, Kapten Isroi, dan mengobrol mencari solusi, bagaimana kiranya bisa membangun jalan penghubung dan jembatan, sehingga warga desa tidak perlu berjalan memutar terlalu jauh.

“Itu asalnya dari obrolan ringan, dan Bapak Kapten Isroi berjanji akan menyampaikan keinginan warga desa ke pimpinannya di Kodim 0909/SGT. Sungguh di luar dugaan, harapan itu ternyata benar-benar menjadi kenyataan, kami kini punya jembatan dan jalan desa penghubung, bahkan Desa Bangun Jaya dan Desa Bukti menjadi lokasi TMMD Tahun 2020,” kata Rusmono.

Babinsa Pelda Rahmat Isroi (kiri) bersama Dan SSK TMMD Kapten Inf. Sajani ( tengah) dan seorang Babinsa, sedang diskusi dilapangan. Babinsa alias Bintara Pembina Desa TNI AD merupakan satuan teritorial TNI AD paling bawah, yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Keterlibatan para Babinsa pada kegiatan TMMD Ke 108 Tahun 2020 di Kaliorang tak lepas dari rasa tanggung jawab terhadap Desa binaanya (FOTO: LIPUTANKUTIM.COM/Adi Sagaria)
,

Tahun ini, warga desa di Kecamatan Kaliorang dan daerah pesisir Kutai Timur telah menikmati hasil pembangunan melalui TMMD ke-108. Menurutnya, TNI AD telah berhasil mengajak dan menyatukan semua unsur masyarakat untuk membangun desa dan memberi manfaat bagi rakyat.

“Ini menjadi salah satu bukti kalau kemanunggalan TNI dan rakyat tetap kuat,”kata Rusmono.

Menurut Letkol CZI Pabate, kegiatan TMMD tahun ini di Kaliorang, selain membangun jalan penghubung dan jembatan, juga merehabilitasi sebuah rumah ibadah (musola) yang telah rusak. Personil TNI antara lain membersihkan halaman musola, memperbaiki tempat wudlu dan seluruh bangunan yang sudah lapuk dimakan usia.

Membangun rumah

Atas usulan masyarakat dan kepala desa, katanya, Kodim 009/SGT juga membangun rumah baru bagi warga desa bernama Buhadi, 48 tahun. Rumah itu berukuran 6 X 6m, semua bahan materialnya baru, bahan kayu untuk jendela, pintu, gelagar, tiang, lantai, teras, dan dapur, semuanya dari kayu ulin.

Rumah buatan TNI itu menggunakan atap multi roof berwarna merah; ada dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dengan pintu dan jendela yang kuat. Benar-benar sebuah rumah baru bagi Buhadi. Sedangkan rumah lama Buhadi yang dibangun 30 tahun lalu dan kondisinya rusak total, dibiarkan sebagai kenang-kenangan Buhadi terhadap pemberian orangtuanya yang sudah meninggal dunia.

Ketika ditemui, Buhadi mengaku hidup sendirian di rumah orangtuanya yang sudah lapuk dan rusak berat. “Aku sendirian, belum ada istri. Sekarang rumahku bagus dibikinkan tentara,” katanya tertawa senang sambil menghisap sebatang rokok kesukaannya.

Buhadi yang mengaku selama ini bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya, mendoakan TNI dan para pemimpinnya terus jaya dan maju, dan tidak berhenti mambantu rakyat banyak yang mengalami kesulitan dalam hidupnya, seperti membantu dirinya.

M.Lasman F Babinsa di Kecamatan Kaliorang ini membonceng seorang wartawan saat meninjau lokasi pembangunan jalan dan jembatan pada pembukaan TMMD Ke 108 Tahun 2020, Selasa 30 Juni 2020. (FOTO:LIPUTANKUTIM.COM/Adi Sagaria)

Camat Kaliorang, Rahman, merasa bangga wilayahnya menjadi lokasi TMMD, karena selain ada pembangunan fisik, warga desa juga memperoleh pengetahuan karena ada sosialisasi di bidang kesehatan dan pertanian, termasuk informasi mengenai penerimaan personil TNI dan pembagian sembako gratis.

Menurutnya, kegiatan TMMD sangat bermanfaat bagi seluruh warga desa, termasuk dibangunnya jalan penghubung dan jembatan baru, sehingga dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa untuk melakukan kegiatannya.

Sebelumnya, katanya, untuk bersekolah, para pelajar harus memutar jauh untuk mencapai sekolah, namun kini dengan adanya jalan penghubung dan jembatan, murid-murid bisa berjalan kaki dengan lebih dekat, bahkan bisa naik sepeda atau sepeda motor.

“Jalan penghubung dan jembatan itu sangat penting, dua-duanya dibutuhkan warga desa. Desa-desa kami di Kecamatan Kaliorang sudah semakin terbuka aksesnya berkat TMMD oleh Kodim 0909/SGT. Kami semua masyarakat Kaliorang berterima kasih kepada TNI, yang kembali membuktikan bahwa mereka selalu bersama kami, seluruh rakyat,” kata Rahman. (*)