Tuntaskan Outbreak Covid-19 di Area Pemboran PT PDSI 22.2 OW/700-M, Pertamina EP Sangatta Field Sigap Melanjutkan Kembali Upaya Pemenuhan Kebutuhan Energi Negeri

0
29
Hanif Setiawan Field Manager Pertamina EP Sangatta memberikan keterengan Pers terkait pengeboran STE-15 dan STE 04 di Sangatta Selatan, Kutai Timur Kaltim, Jumat 28 Agustus 2020. Hadir dalam acara Tajak Bor Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang, Dandim 0909/SGT Letkol Czi Pabate,, Wakapolres Kompol Mawan Riswadi, Danlanal diwakili Perwira Staf Operasi, perwakilan TNK Camat Sangatta Selatan hasdiah dan undangan lainya (FOTO: Adi Sagaria)

 

Sangatta Selatan, Kutai Timur – Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field (PEP Sangatta Field) bersama Puskemas Sangatta Selatan (PKM Sangatta Selatan), Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kecamatan Sangatta Selatan telah menyelesaikan pemantauan kepada seluruh pasien terkonfirmasi positif dan pasien kontak erat di area RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M.

Siaran Pers Pertamina EP Sangatta Field diterima Redaksi Media Online Liputankutim.com, Kamis, 15/10/2020 mengatakan, keputusan tersebut disampaikan secara resmi melalui tiga surat yang dikeluarkan oleh PKM Sangatta Selatan tertanggal 3, 4 dan 6 Oktober 2020.

“Proses penuntasan pemantauan seluruh pasien ini dapat diselesaikan oleh PEP Sangatta Field dalam kurun waktu 18 hari sejak salah satu kru pemboran terkonfirmasi positif pada tanggal 19 September 2020″kata Hanif Setiawan Field Manager Pertamina EP melalui Rio Ostaryo Sangatta Legal & Relation Assistant Manager PT Pertamina EP

Dikatakan Hanif Setiawan, sebanyak 113 pasien yang terdiri 57 pasien terkonfirmasi positif dan 56 kontak erat telah selesai melaksanakan isolasi selama 10 hari dan 3 hari tanpa gejala. Pasien yang terkonfirmasi positif dan pasien kontak erat melaksanakan kegiatan isolasi mandiri secara terpisah.

Untuk pasien kontak erat yang mana hasil PCR atau SWAB test-nya negatif, isolasi mandiri dilaksanakan di hotel yang sudah disiapkan oleh masing-masing perusahaan kontraktor. Sedangkan pasien terkonfirmasi positif yang tidak mengalami gejala sebagian besar melaksanakan isolasi mandiri di area RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M.

Pelaksanaan isolasi dipantau langsung oleh PKM Sangatta Selatan dan sudah sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 13 Juli 2020. Selama menjalani kegiatan isolasi, kondisi seluruh pasien terpantau sehat hingga dinyatakan selesai pemantuan isolasi oleh PKM Sangatta Selatan.

Kegiatan isolasi dan penanganan COVID-19 di area RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M dilaksanakan sesuai dengan Emergency Response Plan yang dimiliki oleh PT Pertamina EP dan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku dari pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten. Sinergi dan koordinasi, rutin dilaksanakan oleh PEP Sangatta Field dengan stakeholder dari tingkat desa, tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten hingga terselesaikannya kegiatan pemantauan pasien COVID-19 di area pemboran.

Saat ini RIG Pemboran PDSI 22.2 OW/700-M sudah beraktifitas kembali secara normal. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 di area RIG adalah membatasi akses keluar masuk di area kegiatan pemboran. Pembatasan ini juga diberlakukan bagi kru pemboran yang diberdayakan dari masyarakat sekitar. Meskipun dekat dengan rumah, namun terhadap kru lokal tersebut dihimbau untuk tidak pulang-pergi dan tetap tinggal di camp yang sudah disediakan oleh RIG PT PDSI 22.2 OW/700-M.

PEP Sangatta mendapat tugas dari negara untuk memenuhi kebutuhan energi negeri dan menambah devisa negara. Diantaranya melalui pengeboran sumur STE-15, yang mampu menambah produksi minyak sebesar 250 barrel oil per day (bopd). Kontribusi PEP Sangatta terhadap pendapatan daerah diberikan melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak-pajak daerah, pemberdayaan vendor dan masyarakat lokal, serta program pemberdayaan masyarakat.

PEP Sangatta merupakan salah satu lapangan migas PEP yang pengelolaan dan pengawasannya berada di bawah PEP Asset 5. Berdasarkan data sistem operasi terpadu (SOT) SKK Migas Bulan Oktober 2020 ( year-to-date), produksi minyak mentah PEP Sangatta sebesar 1.843 bopd dari target 2.213 bopd, atau realisasi sebesar 87,68%.

Sedangkan produksi gas berkisar pada angka 2,43 million standard cubic feet per day (mmscfd) dari target 1,3375 mmscfd, atau realisasi sebesar 179,8%. Selain Sangatta, lapangan-lapangan migas yang berada di bawah pengawasan PEP Asset 5 antara lain Bunyu dan Tarakan (Kalimantan Utara), Sangasanga (Kalimantan Timur), serta Tanjung (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (ADVERTORIAL/LIKU1)