Mansar Alias Ulla, Korban Keganasan Buaya Bengalon, Tinggalkan Istri dan Tiga Anak

0
231

Liputankutim.com, Sangatta – Mansar alias Ullah 30 tahun warga RT 11 desa Muara Bengalon Kecamatan Bengalon, menjadi korban keganasan buaya muara (Crocodylus porosus) pada minggu, 07/07/2019.

Ullah yang seorang karyawan perkebunan kelapa sawit PT Kemilau Indah Nusantara (KIN), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,utamanya seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil-kecil.

Kepala Desa Muara Bengalon mengatakan, korban Mansar yang sehari-hari dipanggil Ullah, adalah warga saya RT 11. Dia juga bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT KIN.

 “Dia Ulla, bekerja sudah lebih dari 10 tahun, dan perusahaan harus bertanggung jawab dan membantu terhadap keluarganya, seperti istri dan anak-anaknya”kata Kades Uskar , saat dihubungi,melalui ponselnya, Senin, 08/07/2019.

Kades mengatakan, kenapa saya minta perusahaan harus memberikan bantuan, karena anak-anaknya masih kecil-kecil. Anak pertamanya itu baru mau masuk Sekolah Dasar (SD) kelas ! tahun ini.

Sebagai Kepala Desa, saya berharap perusahaan memberikan kepeduliannya kepada keluarga korban, karena pertama sudah lama bekerja dan punya jasa untuk perusahaan. Paling tidak perusahaan bisa memberikan apa keinginan keluarga korban seperti istrinya dan anak-anaknya.

Ditanya jenazah korban akan dikebumikan dimana, Kades Uskar mengatakan, rencananya di Bontang, karena saat ini keluarga dari Sulawesi sedang dalam perjalanan menuju Bontang.

Tadi malam itu berdasarkan hasil pembicaraan dan kesepakatan antara keluarga korban dengan manajemen PT KIN, apapun hasilnya, apakah buaya yang memangsa itu bisa ditangkap atau tidak, jenazah yang sekarang di RS Kudungga Sangatta tetap dibawah ke Bontang.

“Rencananya akan mendatangkan pawang untuk mengejar buaya yang memangsa Ulla, namun jika tidak ada pawang dan hasilnya tidak pasti maka jenazah dikirim ke Bontang. Tapi saya belum tau juga pawang dari mana”kata Kades Uskar yang mengaku dalam perjalanan.

Terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha RS Kudungga Jumraedah saat dikonfirmasi mengatakan, jenazah Ullah korban buaya di Muara Bengalon sudah dikirim ke Bontang pukul 13.00 Wita atas permintaan keluarganya.

“Iya sudah dikriim ke Bontang siang tadi juam 13.00 Wita”kata Jumraedah melalui ponselnya yang dihubungi, Liputankutim.com (liku/*)