Wakil Ketua MPR Kutuk Aksi Tentara Israel Usir Warga Palestina

0
84

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan bahwa peristiwa yang  terjadi di Palestina harus dikutuk karena bertentangan dengan rasa kemanusiaan, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, serta berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan.

“Ketika umat Muslim sedang berpuasa di penghujung bulan suci Ramadhan, yang seharusnya merasakan ketenangan beriibadah untuk mengejar lailatul qadr, atau mempersiapkan hari raya bersama keluarga, saudara-saudara kita di Palestina justru harus menghadapi kekerasan fisik dan pengusiran yang dilakukan oleh kaum Zionis Israel,” kata Zulkifli Hasan dalam keterangan yang dilansir situs MPR RI, Minggu (9/5/2021).

Ia mengutuk keras pengusiran dan kekerasan yang dilakukan tentara Israel terhadap warga sipil di Masjidil Aqsa dan Sheikh Jarrah baru-baru ini.

Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, sampai kapan pun Indonesia akan menentang Israel dengan segala penjajahannya terhadap warga Palestina. Bahkan sesuai amanat UUD 1945 dalam muqaddimah, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Ketua Umum DPP PAN itu juga mengajak rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Palestina sehingga Allah swt memberikan pertolongan kepada mereka dan umat Muslim di seluruh dunia.

“Selain mendoakan mereka, Pemerintah Indonesia juga sebaiknya melakukan langkah-langkah diplomasi dan menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina,” katanya.

Sebelumnya, Pada Jumat (7 Mei 2021), sekelompok polisi Israel membubarkan paksa warga Palestina yang sedang melaksanakan salat tarawih di Masjid Al-Aqsa. Polisi menembakkan peluru karet kepada para jemaah yang kemudian dibalas dengan lemparan kursi, kayu, dan berbagai macam benda lainnya.

Kerusuhan itu buntut dari upaya Israel mengusir warga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Akibat bentrokan tersebut, dilaporkan setidaknya sebanyak 205 warga Palestina dan 17 polisi mengalami luka-luka.

Kalangan internasional mengutuk keras bentrokan dan rencana Israel mengusir warga Palestina dari tanah yang diklaim pemukim Yahudi. Otoritas Israel diminta untuk mengurangi ketegangan di kawasan. (yss)