Wakil Ketua MPR RI Terima Penggagas ‘Sound of Borobudur’

0
111

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyatakan, dibutuhkan gerakan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap nilai-nilai warisan budaya bangsa Indonesia.

Menurutnya ketika menerima Purwacaraka dan Trie Utami selaku penggagas ‘Sound of Borobudur” di  Jakarta, Jumat (16/4/2021), “Sound of Borobudur’ harus digaungkan ke tengah-tengah masyarakat untuk mengangkat berbagai nilai peradaban masa lalu yang memperkaya nilai-nilai kebangsaan.

Selain Purwacaraka dan Trie Utami, hadir pula anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan dari Fraksi NasDem, kemudian Direktur Pemberitaan Metro TV, Arief Suditomo, dan Dewan Pengarah Dewan Redaksi Media Group, Saur Hutabarat.

“Melalui intepretasi dalam bentuk replika alat-alat musik yang merupakan bagian dari relief Borobudur dan memainkannya, kita bisa membangun kepedulian anak bangsa terhadap kekayaan peradaban Nusantara yang kita miliki,” katanya.

‘Sound of Borobudur’ merupakan kreasi sejumlah seniman musik nasional yang terinspirasi dari relief di dinding Candi Borobudur, sekaligus sebagai bentuk ekspresi kekaguman terhadap keunikan dan kemegahan candi tersebut melalui musik.

Menurut Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, ‘Sound of Borobudur’ harus menjadi sebuah gerakan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai peradaban luhur warisan para pendahulu bangsa bisa tetap dinikmati dan dipahami oleh generasi penerus.

Upaya mengangkat nilai-nilai peradaban luhur bangsa, katanya, sangat penting, karena saat ini nilai-nilai tersebut sudah tergerus dan banyak yang hilang. Candi Borobudur sebagai warisan budaya dalam bentuk benda memang masih ada wujudnya, namun banyak warisan budaya tak benda yang dimiliki bangsa ini hilang karena tidak ada lagi orang yang memahaminya.

Ia mengharapkan, upaya masyarakat seperti gerakan ‘Sound of Borobudur’ bisa tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu bangsa bisa terus dijaga.

Sementara itu penggagas ‘Sound of Borobudur’, Trie Utami menjelaskan, upaya yang dilakukannya bersama sejumlah seniman merupakan upaya untuk merevitalisasi nilai-nilai yang terkandung pada relief Candi Borobudur.

Lewat reintepretasi atas keberadaan alat-alat musik yang tergambar pada relief Candi Borobudur sebagai tahap awal, Trie Utami berharap nilai-nilai peradaban warisan pendahulu bangsa Indonesia bisa menjadi dasar untuk membangun karakter dan identitas anak bangsa.

Dengan membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai warisan budaya di masa lalu, ia berharap gerakan masyarakat terkait kebudayaan bisa segera tumbuh. (*yss)