NELAYAN SUNGAI SIRAP BELUM DITEMUKAN. ADA KESURUPAN MINTA TUMBAL 1 EKOR SAPI

0
2449
Dahlan Ketua RT 26 Singa Muda Sangatta Utara (FOTYO:Adi Sagaria)

 

Liputankutim.com – Sangatta, – Baso, seorang warga sungai sirap kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur, Kaltim yang hilang sejak minggu,9/5 2021 hingga kini jumat 14/4 belum diketahui penyebabnya dan keberadannya.

 

Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas dan berbagai elemen hingga masyarakat terus mencari Baso diperairan sekitar tanjung prancis Teluk lombok dengan berbagai cara untuk menemukan keberadaan Baso

 

“Sampai hari ini tim gabungan belum berhasil menemukan Baso” kata Dahlan ketua RT 26 Kenyamukan Dusun VIII Singa Muda Desa Sangatta Selatan yang juga ikut melakukan pencarian bersama warganya di lokasi hilangnya Baso

 

Kepada Media Online Liputankutim.com,Ketua RT 26 Dahlan didampingi Heri warganya menambahkan, ada satu cara lain hari ini dilakukan untuk bisa segera menemukan Baso, yakni dengan menyembeli seekor sapi sebagai tumbal.

 

Kata Dahlan, permintaan tumbal satu ekor sapi, saat salah seorang warga kesurupan kamis 13 mei.

Saat warga itu kesurupan dia menyampaikan Baso, bisa diketahui penyebab hilangnya dan akan dikembalikan asalkan ada satu ekor sapi disembeli atau pakai sebagai tumbal

“Saat warga kesurupan, dia meminta tumbal satu ekor sapi.Kemudian kepala sapi ditanam dalam tanah sekitar pantai “kata Dahlan menjelaskan permintaan warga kesurupan.

Bahkan tambah Dahlan ketua RT 46 kenyamukan dan Heri, saat warga itu kesurupan dia berjanji kalau sapi satu ekor sudah disembeli dan kepalanya ditanam, maka jumat malam ini, atau malam sabtu usai sholat magrib Baso yang hilang akan segera ditemukan

“Jadi sapi 1 ekor ini sudah sembeli tadi dan kepalanya sudha ditanam dipasir,sedangkan dagingnya ya dimakan warga ;lain”kata Dahlan yang mengaku menunggu kabar dari sana apakah benar-benar Baso akan ditemukan malam ini atau bagaimana”ujarnya

Hanya saja, sambung Dahan permintaan warga saat kesurupan bahwa usai waktu magrib Baso akan ditemuka, namun syaratnya tidak boleh banyak oranh datang. Atau hanya beberapa orang aja termasuk keluarga.

“Kita tunggu apakah benar-benar Baso ditemukan usai waktu magrib sesuai permintaan warga kesurupan(liku1/)