Warga Luwu Timur dan Tambarana Poso Tak Merasakan Gempat 6,9 SR Kep Banggai

0
272
Ilustrasi gempa (Istockphoto/Petrovich9)

Liputankutim.com, Jakarta – Gempa dengan magnitudo 6,9 SR yang mengguncang Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (12/4/2018) pukul 18.40 WIB, Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan.

Menurut warga tidak ada tanda-tanda terjadinya gempa seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial ataupun ditelevisi. Kami tidak ada merasakan apa-apa, bahkan kaget melihat di media sosial dan berita.

“Sampa saat ini kami dirumah saja Bersama keluarga dan tetangga tidak merasakan sesuatu goncangan”kata Atjos, warga Desa Soroaku Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Susel kepada Redaksi Liputankutim.com

Atjos yang merupakan karyawan salah satu perusahaan di Soroako mengaku sejak sore tadi sampai sekarang ini tidak pernah merasakan gempat. Warga disekitar kami juga beraktivoitas seperti biasa.

“Kalau memang terjadi gempa warga pasti sudah berhamburan keluar rumahnya, kendaraan sibuk membunyikan klakson, tapi ini tidak ada. Alhamdulillah aman”kata Atjos, Jumat, 12/04/2019 pukul 20.30 wita.

Hal sama juga dikatakan Irwan Jurnalis Online di Kota Palu Sulawesi Tengah , saat dihubungi Redaksi Liputankutim.com, setengah jam setelah adanya pengumunan dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Menurut Irwan, gempat hanya terasa sekitar beberapa detik saja, setelah itu tidak ada lagi  sampai saat ini. Bahkan Irwan mengaku para tetangga disekitar pelabuhan wani ini yang merupakan tetangganya hanya dirumah mereka masing-masing, tanpa adanya teriakan warga atau lari keluar rumah.

Selain Irwan, salah satu pengusaha kapal di pelabuhan Wani, H.latif mengatakan alhamdulillah gempa yang terjadi barusan tidak lama. Rumah sempat juga goyang tapi tidak kuat dan waktunya juga hanya sebentar.

“Kita berdoa mudah-mudahan tidak ada lagi terjadi gempa dan palu sulteng khususnya tidak terjadi lagi”katanya.

Sedangkan warga di dusun 7 Kecamatan Tambarana Kabupaten Poso Pesisir Sulteng juga mengatakan merasakan gempa, tapi tidak besar, hanya sebentar saja. Namun saatada getaran listrik langsung mati.

:Disini dikampung gempanya terasa, tapi tidak besar. Trus listrik langsung mati, jadi kampung sempat gelap katanya Rizal warga Dusun 7 Kecamatan Tambarani Sulteng.

Menurut Rizal, kondisi kampung saat ini aman, kendaraan lancar listrik hanya mti sebentar, sekarang sudah menyalah. (liku1/*)